Semangat Gotong Royong Hidup Kembali, Warga Blambangan-Mantrianom Swadaya Bangun Jalan
BANJARNEGARA, LINTASTIDARNEWS.ID – Keluhan warga terhadap kondisi jalan rusak di perbatasan Desa Blambangan dan Desa Mantrianom akhirnya berbuah aksi nyata. Berbekal semangat gotong royong dan kepedulian bersama, puluhan warga dari kedua desa bergandengan tangan melakukan pengecoran jalan yang selama ini menjadi akses vital masyarakat.
Jalan yang menghubungkan kedua desa tersebut telah lama mengalami kerusakan.
Permukaan beton yang mulai aus menyebabkan batu-batu kecil terlepas, sehingga membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor dan mobil yang setiap hari melintas.
Berawal dari obrolan sederhana atau gendu-gendu rasa di tengah masyarakat, muncul tekad bersama untuk tidak hanya mengeluhkan keadaan, tetapi juga mencari solusi.
“Ora sah nunggu perhatian pemerintah yen awak dewek kompak, insyaallah bisa,” ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Kalimat sederhana itu menjadi penyemangat bagi warga agar tidak bergantung sepenuhnya pada bantuan pemerintah. Dengan semangat kebersamaan, masyarakat yakin perbaikan jalan dapat diwujudkan melalui swadaya.
Gagasan tersebut kemudian dibahas dalam musyawarah yang dihadiri Ketua RT 05 RW 02 Desa Blambangan, sejumlah perwakilan warga Desa Mantrianom, serta mendapat dukungan dari Kepala Desa Blambangan yang mengikuti pembahasan melalui sambungan telepon.
Meski secara administratif jalan tersebut berada di wilayah Desa Mantrianom, seluruh peserta musyawarah sepakat bahwa jalan tersebut merupakan fasilitas bersama yang setiap hari dimanfaatkan warga dari kedua desa. Atas dasar itulah diputuskan perbaikan dilakukan secara swadaya.
Dana pembangunan dihimpun melalui iuran sukarela masyarakat. Berbagai kebutuhan material seperti semen, pasir, dan batu split dipenuhi dari hasil urunan warga. Bahkan konsumsi bagi para pekerja, mulai dari makanan, minuman hingga camilan, disediakan secara sukarela oleh masyarakat.
Pelaksanaan pengecoran jalan berlangsung penuh semangat dengan melibatkan sekitar 55 tenaga sukarela. Warga datang membawa berbagai peralatan kerja, mulai dari cangkul, sekop, cetok hingga mesin molen untuk mengaduk adonan beton.
Suasana kekeluargaan begitu terasa selama proses pengerjaan. Warga bekerja bahu-membahu tanpa mengenal lelah demi menghadirkan akses jalan yang lebih aman dan nyaman bagi semua pengguna.
Semula, perbaikan ditargetkan sepanjang sekitar 150 meter. Namun berkat tingginya partisipasi masyarakat dan ketersediaan material, panjang pengecoran berhasil ditambah hingga mencapai sekitar 200 meter.
Pekerjaan dilakukan secara bertahap mulai Sabtu dan dilanjutkan hingga Minggu serta Senin agar hasil pengecoran lebih maksimal.
Aksi gotong royong ini menjadi bukti bahwa kekuatan kebersamaan masih tumbuh kuat di tengah masyarakat. Ketika komunikasi, kepedulian, dan rasa memiliki dipadukan, berbagai persoalan lingkungan dapat diselesaikan tanpa harus selalu menunggu campur tangan pemerintah.
Semangat warga Blambangan dan Mantrianom diharapkan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain bahwa pembangunan bukan semata soal anggaran, melainkan juga tentang kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan.
Semoga seluruh pihak yang telah berkontribusi, mulai dari para penggagas, donatur, hingga warga yang terlibat langsung dalam pengecoran jalan, memperoleh keberkahan dan amal jariyah atas manfaat yang akan terus dirasakan masyarakat selama jalan tersebut digunakan.
“Mari bersama membangun desa agar menjadi lingkungan yang indah, aman, nyaman, sehingga masyarakat hidup lebih bahagia, makmur, dan sejahtera.”
Keterangan Foto: Warga Desa Blambangan dan Desa Mantrianom bergotong royong melakukan pengecoran jalan perbatasan secara swadaya sebagai wujud kepedulian terhadap akses transportasi yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat.(WAGINO-BARA)
