Dari Lereng Merbabu untuk Indonesia: Seluruh Lulusan MI Al-Fikri Hafal Juz 30 dan Diterima di Sekolah Favorit
LINTASTIDARNEWS.ID (SAWANGAN-MAGELANG) – Di balik kabut lereng Gunung Merbabu, tepatnya di Desa Podosoko, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, sebuah kisah inspiratif lahir dari dunia pendidikan Islam. MI Muhammadiyah Al-Fikri Podosoko yang baru pertama kali meluluskan siswanya berhasil menorehkan prestasi luar biasa. Seluruh siswa angkatan pertama tidak hanya lulus 100 persen, tetapi juga berhasil menghafal Juz 30 Al-Qur’an dan diterima di sekolah lanjutan favorit, baik negeri maupun swasta.
Kepala MI Muhammadiyah Al-Fikri Podosoko, Chusnul Chotimah, S.Si., mengungkapkan rasa syukur atas capaian yang diraih sekolah yang dipimpinnya.
“Ini pertama kali kami meluluskan siswa. Alhamdulillah seluruh lulusan mampu menghafal Juz 30 dan semuanya sudah diterima di sekolah lanjutan negeri maupun swasta favorit,” ujar Chusnul saat acara wisuda, Senin (22/6/2026).
Ia menambahkan, untuk memastikan kualitas hafalan para siswa, proses tasmi’ atau penyimakan hafalan Al-Qur’an dilakukan dengan melibatkan Kementerian Agama.
“Untuk meyakinkan hafalan Al-Qur’an para siswa, mereka telah mengikuti tasmi’ yang disaksikan oleh Kemenag,” tambahnya.
Meski bukan sekolah dengan fasilitas mewah, MI Muhammadiyah Al-Fikri membuktikan bahwa kualitas pendidikan tidak ditentukan oleh kemegahan bangunan. Saat pengumuman kelulusan dan wisuda berlangsung, suasana haru menyelimuti para wali murid. Tangis bahagia pecah sebagai ungkapan syukur atas keberhasilan putra-putri mereka.
Prestasi tersebut tergolong langka di tengah derasnya arus digital dan berbagai distraksi yang dihadapi anak-anak masa kini. Seluruh lulusan berhasil menuntaskan hafalan Juz Amma dengan baik. Mereka bahkan tampil di atas panggung untuk mengikuti tasmi’ Juz 30 di hadapan tamu undangan sebagai bukti kemampuan hafalan yang dimiliki.
Keberhasilan mereka tidak hanya terlihat pada bidang keagamaan. Prestasi akademik para siswa juga membanggakan. Seluruh lulusan diterima di berbagai SMP dan MTs favorit. Beberapa di antaranya berhasil lolos ke sekolah negeri unggulan maupun lembaga pendidikan berbasis pesantren yang dikenal memiliki proses seleksi ketat.
“Saya bangga menyekolahkan anak saya di sini meskipun sekolah ini baru pertama kali meluluskan siswa. Anak-anak di sini memiliki daya saing tinggi. Mental mereka terbentuk oleh disiplin, ketekunan belajar, dan pendidikan agama yang kuat,” kata Margiyanto, salah satu wali murid.
Rasa bangga para orang tua juga diwujudkan melalui bentuk apresiasi yang mengharukan. Dalam acara wisuda yang digelar di Gedung Pertemuan Dusun Kopen, Desa Podosoko, Ketua Komite Sekolah Sukri Abdullah menyerahkan hadiah berupa amplop berisi uang tunai kepada para siswa sebagai penghargaan atas perjuangan mereka menghafal Al-Qur’an.
Selain itu, para wali murid juga memberikan bingkisan khusus kepada para guru sebagai bentuk terima kasih atas dedikasi mereka dalam mendidik anak-anak.
“Ini bukan sekadar uang atau bingkisan. Ini adalah tanda terima kasih kami karena para guru telah mendidik anak-anak kami menjadi pribadi yang saleh dan salehah. Mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang sesungguhnya,” ujar Kabul, salah satu orang tua siswa.
Kemeriahan wisuda semakin lengkap dengan penampilan berbagai kegiatan ekstrakurikuler dari para adik kelas. Beragam tarian dan pertunjukan seni berhasil memukau para tamu undangan dan wali murid yang hadir.
Keberhasilan MI Muhammadiyah Al-Fikri Podosoko menjadi oase di tengah berbagai tantangan moral generasi muda saat ini.
Sekolah tersebut membuktikan bahwa kedisiplinan, ketekunan, dan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam mampu melahirkan generasi berprestasi sekaligus berakhlak mulia.
Meski belum dikenal luas di tingkat nasional, bagi masyarakat Podosoko dan sekitarnya, MI Muhammadiyah Al-Fikri telah menjadi “istana ilmu” yang melahirkan harapan baru dari lereng Merbabu.
Keberhasilan ini juga tidak lepas dari dukungan dan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah Sawangan, PRM dan PRA Podosoko, Kementerian Agama Kecamatan Sawangan, Pemerintah Desa Podosoko, komite sekolah, para guru, serta seluruh wali Siswa (Gus/Nurul)
