Dugaan Keracunan Menu MBG di Tulung Klaten, 584 Alami Keracunan
Oplus_131072
LINTASTIDARNEWS.ID (KLATEN) Jumlah siswa dan guru, yang diduga mengalami gejala keracunan menu makan bergizi gratis (MBG) di Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, mencapai 584 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 17 orang sempat menjalani rawat inap di sejumlah fasilitas kesehatan.
Sebelumnya, ratusan siswa di wilayah Kecamatan Tulung dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah mengkonsumsi menu MBG pada Selasa (28/4/2026). Selain siswa, sejumlah guru yang turut mengkonsumsi menu tersebut juga mengalami gejala serupa. Mayoritas kasus terjadi di SMPN 1 Tulung. Program MBG di wilayah tersebut disuplai oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sorogaten.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Klaten Anggita Budiarto, menjelaskan total penerima MBG pada hari tersebut mencapai 970 orang dari berbagai sekolah.
Dari jumlah itu, 584 orang dilaporkan mengalami gejala, baik yang menjalani pemeriksaan di fasilitas kesehatan maupun yang dirawat di rumah.
“Jumlah itu yang melaporkan bergejala, baik mereka yang ke fasilitas kesehatan atau yang di rumah,” ungkap Anggita, Kamis (30/4/2026).
Hingga Kamis sore, tidak ada tambahan laporan kasus baru.
Anggita menjelaskan, dari total kasus tersebut, sebanyak 17 orang sempat menjalani rawat inap. Rinciannya, dua orang di rawat RS PKU Muhammadiyah Jatinom, sembilan orang di Puskesmas Majegan, dan enam lainnya di fasilitas kesehatan berbeda.
Dari jumlah itu, empat orang telah diperbolehkan pulang pada Kamis sore setelah kondisinya membaik.
“Kondisi mereka yang dirawat sudah membaik. Tidak ada yang sampai mengalami dehidrasi berat,” jelasnya.
Sampel makanan yang diuji antara lain nasi putih, sop wortel, jamur kuping, seledri, bawang goreng bakso iris, gelatin telur puyuh, hingga buah anggur.
Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, juga telah meninjau langsung dapur SPPG Sorogaten serta kondisi siswa yang di rawat.
Untuk sementara, operasional SPPG Sorogaten dihentikan selama tiga hari guna evaluasi sambil menunggu uji laboratorium.
Kepala SPPG Sorogaten Roni, menyatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait.
“Kami terus berkoordinasi dengan Forkopimcam dan Forkopimda. Untuk sampel sudah diuji dan kami menunggu hasil laboratorium telebih dahulu, untuk memastikan bahan menu apa dari kami yang diduga menyebabkan gejala keracunan,” ungkap Roni.
Ia menambahkan, seluruh proses penyediaan makanan selama ini telah mengikuti standar prosedur (SOP), mulai dari penyiapan bahan hingga distribusi.
Sementara itu, di SMPN 1 Tulung tercatat 225 siswa mengalami gejala dari total 668 siswa. Sebanyak 11 siswa sempat menjalani rawat inap, terdiri atas dua orang di RS PKU Muhammadiyah Jatinom dan sembilan orang di Puskesmas Majegan. Selain itu, sekitar 18 guru juga mengalami gejala meski tidak sampai di rawat inap.
Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMPN 1 Tulung, Kris Hadiana, menyebutkan makanan yang dibagikan sebelumnya telah melalui uji organoleptik.
“Tidak ada tanda-tanda makanan basi ataupun yang lain. Makanannya kami bagikan karena memang waktu datang itu layak untuk dikonsumsi. Sampelnya juga sudah dicoba bapak/ibu guru,” ujarnya.
Gejala mual dirasakan pada Selasa sore sekitar pukul 16.00 WIB. Sekolah kemudian berkoordinasi dengan orang tua siswa untuk segera membawa anak ke fasilitas kesehatan. (Armila)
