Tiga Tahun Menebar Kebaikan : Persaudaraan Lintas Iman Magelang Bagikan 1.025 Paket Takjil, dari Pura Hingga Klenteng, Wujudkan Ramadhan Penuh Harmoni
LINTASTIDARNEWS.ID, Kota Magelang — Persaudaraan Lintas Iman Magelang mengakhiri rangkaian kegiatan Ramadhan bertajuk Kolaborasi Kasih Berbagi Takjil Berbagi Kebaikan dengan membagikan 450 paket takjil di depan Klenteng Liong Hok Bio pada Sabtu (14/03/2026).
Kegiatan ini menjadi putaran ketiga sekaligus penutup dari rangkaian aksi berbagi selama bulan Ramadhan tahun ini. Sebelumnya, pembagian takjil telah dilaksanakan di dua lokasi berbeda, yaitu putaran pertama pada 1 Maret 2026 di halaman Pura Wira Buwana Akademi Militer dan putaran kedua pada 7 Maret 2026 di kawasan Tuguran Kampus 1 Universitas Tidar.

Dalam rangkaian kegiatan tahun ini, total sebanyak 1.100 paket takjil dan buka puasa berhasil dibagikan kepada masyarakat. Jumlah tersebut meningkat sekitar 20 persen dibandingkan Ramadhan tahun lalu, menunjukkan semakin besarnya semangat berbagi dan partisipasi dari berbagai komunitas lintas agama.
Kegiatan Kolaborasi Kasih Berbagi Takjil telah memasuki tahun ketiga penyelenggaraan sejak pertama kali digelar pada Ramadhan 1445 H atau tahun 2024. Berbeda dari kegiatan berbagi takjil pada umumnya, gerakan ini menjadi simbol kuat kebersamaan lintas iman di Kota Magelang.
Sekretaris Persaudaraan Lintas Iman Magelang, Gregorius Adik Wijaya, menyampaikan : “Para relawan yang terlibat berasal dari beragam latar belakang agama dan kepercayaan, mulai dari Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Buddha, Konghucu hingga Penghayat Kepercayaan. Mereka bersatu dalam satu gerakan kemanusiaan untuk menebarkan kebaikan kepada masyarakat, Setiap relawan hadir dengan peran dan kontribusinya masing-masing, baik tenaga, waktu, maupun dukungan lainnya. Semangat kebersamaan ini mencerminkan nilai yang oleh teman-teman Katolik disebut sebagai sinodalitas, yakni berjalan bersama dalam kebersamaan”, jelasnya.
“Semangat tersebut tercermin dalam ungkapan sederhana namun penuh makna:
“Lungguh bareng, rembug bareng, mutusi bareng, nandangi bareng” — duduk bersama, berdiskusi bersama, mengambil keputusan bersama, dan menjalankan bersama”, Pungkas Adek, nama Panggilan keseharianya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua/Koordinator Persaudaraan Lintas Iman Magelang, Agus Sobir Syuwhada menambahkan: “Nilai serupa juga dikenal dalam ajaran Islam melalui konsep ta’awuniyah ‘alal birri wat taqwa, yaitu saling tolong-menolong dalam kebaikan dan ketakwaan”, ujarnya.

“Melalui kebersamaan ini, kegiatan berbagi takjil tidak hanya menjadi aksi sosial, tetapi juga ruang untuk merawat persaudaraan, memperkuat toleransi, dan menumbuhkan kedamaian di tengah masyarakat yang beragam, Perbedaan yang ada justru dipadukan dalam kerja bersama demi mewujudkan bonum commune atau kebaikan bersama. Nilai inilah yang menjadikan Kolaborasi Kasih Berbagi Takjil lebih dari sekadar kegiatan berbagi makanan saat berbuka puasa”. Papar Agus .
Adapun unsur yang terlibat dalam kegiatan rutin tahunan ini adalah semua perwakilan agama, penghayat dan komunitas pecinta kerukunan, toleransi bina damai di kota Magelang, yaitu : Gereja St.Maria Fatima, Gereja Ignatius, Gereja GPIB, Gereja St.Mikkael, Susteran St.Caroulus Boromeous, Komunitas Pager Piring, Svara Bhinneka, Yayasan Amanah Qolbu Indonesia (YAQINDO), Ponpes Selamat, PHDI, WHDI, TITD Ling Hok Bio, MLKI, anggota Jamaah Kopdariyah, serta beberapa pegiat bina damai lainnya. “Terima kasih dan apresiasi yang setinggi tingginya kami haturkan kepada semua saudara-saudara kami terkasih atas semua partisipasi dan kontribusinya sehingga kegiatan kita dapat berjalan dengan lancar dan sukses, Semoga Tuhan memberikan balasan terbaik bagi bapak ibu semua, sampai jumpa dalam keviatan kolaborasi berikutnya”. Pungkas Agus, mengakhiri paparannya.
Di tengah keberagaman, para relawan membuktikan bahwa kasih dan kepedulian mampu menjadi jembatan yang mempersatukan. Melalui langkah kecil berbagi takjil, mereka menebarkan pesan besar tentang pentingnya menjaga kerukunan dan kedamaian.
Karena pada akhirnya, ketika kebaikan dilakukan bersama, dampaknya akan terasa lebih luas dan bermakna bagi semua.(Gus)
