Sejumlah Bahan Kebutuhan Pokok di Pasar Rejowinangun Alami Kenaikan

0
IMG-20260219-WA0028

LINTASTIDARNEWS.ID (KOTA MAGELANG) Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Rejowinangun, Kota Magelang terpantau mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Komoditas cabai menjadi yang paling mencolok kenaikannya di antara bahan pangan lainnya. Salah satu pedagang cabai di Pasar Rejowinangun, M Fahrul, mengungkapkan bahwa lonjakan harga terjadi merata pada berbagai jenis cabai. Kenaikan tertinggi menyentuh angka Rp15.000 per kilogram.

“Dalam beberapa hari terakhir, harga cabai mengalami kenaikan sekitar Rp 10.000,00 – Rp 15.000,00 per kilogramnya. Kenaikan harga yang sangat mencolok yakni cabai rawit merah, yang semula Rp 65.000,00 per kilogramnya, kini menjadi Rp 80.000,00 per kilogramnya,” kata M Fahrul kepada awak media, Kamis (19/02/2026).

Menurutnya, selain cabai rawit merah, harga cabai keriting merah juga mengalami kenaikan, semula Rp 35 ribu kini menjadi Rp 45 ribu per kilogram. Sedangkan, cabai rawit hijau naik dari Rp 50 ribu menjadi Rp 60 ribu per kilogramnya. Kenaikan harga cabai ini, karena persediaan cabai di tingkat petani, panenannya sedang menurun, yang diakibatkan karena dipengaruhi cuaca yang tidak menentu.

Ia menambahkan, selain harga cabai yang mengalami kenaikan harga, sejumlah komoditas sayuran juga mengalami hal yang sama. Seperti sawi caisin yang semula Rp 7.000,00 kini menjadi Rp 8.000,00 sampai Rp 9.000,00, kemudian kolk yang semula Rp 5.000,00 kini menjadi Rp 6.000,00.

“Untuk sayuran ini, lonjakan harga bukan karena permintaan yang meningkat menjelang puasa. Tetapi akibat berkurangnya pasokan karena gagal panen,” katanya.

Sementara itu, kenaikan harga juga terjadi untuk daging ayam potong yang semula berkisar Rp 30 ribu hingga Rp 35 ribu per kilogram kini menjadi Rp 40 ribu per kilogram. Harga tersebut untuk daging ayam dengan tulang, sedangkan daging ayam tanpa tulang (filet) berada di kisaran Rp 45 ribu hingga Rp 50 ribu per kilogram.

Baca Juga  Vita Ervina Dorong Transparansi Dan Akuntabilitas Program Makan Bergizi Gratis

Teguh, salah satu pedagang ayam potong mengatakan, harga daging ayam filet (tanpa tulang berada di kisaran Rp 45 ribu hingga Rp 50 ribu per kilogram. kenaikan harga berdampak pada penurunan jumlah pembeli.

“Kenaikan harga berdampak pada penurunan jumlah pembeli. Karena, konsumen cenderung menunda pembelian ketika harga naik, terutama untuk daging tanpa tulang,” ujarnya.

Selain cabai dan daging ayam, kenaikan harga juga terjadi pada telur ayam. Semula harga telor ayam sekitar Rp 27 ribu per kilogramnya. Kini, berada di kisaran Rp 29 ribu hingga Rp 30 ribu per kilogram. Kenaikan harga telur tersebut terjadi sejak dua minggu menjelang Ramadan, karena banyak masyarakat yang membeli untuk keperluan tradisi nyadran. (rif)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *