IMG-20260219-WA0007

LINTASTIDARNEWS.ID (MAGELANG) Bupati Magelang Grengseng Pamudji melantik 14 Pejabat Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Magelang, Rabu (18/2) sore. Pelantikan ini menjadi bagian dari penataan jabatan berbasis kompetensi untuk mendukung percepatan transformasi birokrasi.

Dalam arahannya, Bupati menekankan pentingnya kolaborasi antar organisasi perangkat daerah (OPD) agar setiap program dan kegiatan dapat berjalan optimal serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Adapun 14 Pejabat yang dilantik diantaranya adalah ;

1. Slamet Ahmad Husein, sebelumnya menjabat Kepala Disdikbud, kini Asisten 2
2. Bella Pinarsih, sebelumnya di Dinas Sosial, kini Asisten 1
3. Wisnu Agro Budiono, sebelumnya di Dispupa, kini Kepala Disdikbud
4. Syarifudin, sebelumnya Kepala DLH, kini Kepala Satpol PP dan Damkar
5. Edi Wasono, sebelumnya di BPBD, kinj Kepala Dinas Perdagangan dan UMKM
6. Nanda Cahyadi, sebelumnya Asisten 2, kini Kepala Bappeda
7. Azis Mujahidin, sebelumnya Staff Ahli, kini Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
8. Iwan Sutiarso, sebelumnya Kepala Inspektorat, kini Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika
9. Budi Daryanto, sebelumnya dari Diskominfo, kini Kepala DPMPTSP
10. Labaika, sebelumnya Kepala Satpol PP dan Damkar, kini Kepala Kesbangpol
11. M. Taufik, sebelumnya di Kesbangpol, kini sebagai Kepala Dinas Sosial
12. Gunawan Yudi Nugraha, sebelumnya dari Dispermades, kini sebagai Kepala DPRKP
13. M. Taufik Yahya, sebelumnya dari Bappeda, kini Kepala BPKAD
14. Bambang Hermanto, sebelumnya Asisten 1, kini Kepala BPBD Kabupaten Magelang

Bupati menegaskan, penataan jabatan ini telah melalui proses assessment guna memastikan pejabat yang dilantik, sesuai dengan kompetensi dan keahlian masing-masing.

“Saya yakin melalui assessment ini para pejabat yang dilantik ditempatkan sesuai dengan kompetensi keahlian yang dimiliki, sehingga bisa bekerja secara maksimal,” ujar Bupati Magelang.

Baca Juga  Peringati HUT Reserse Ke-78, Satreskrim Polresta Magelang Gelar Bakti Sosial

Bupati juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas OPD agar pelaksanaan program berjalan maksimal dan berdampak langsung pada masyarakat. Terlebih memasuki 1 tahun masa kepemimpinannya, masyarakat dinilai menunggu aksi nyata dari Pemerintah Daerah.

“Segera lakukan rencana aksi daerah, kolaborasi dengan OPD yang ada, dan dokumentasikan karena masyarakat menanyakan progress, apa yang kita perbuat selama ini dan dampak apa yang ditimbulkan,” jelas Bupati.

Selain kolaborasi, Bupati juga menyoroti pentingnya penguatan data dalam setiap kegiatan. Dengan data yang akurat, pemerintah dapat mengukur sejauh mana manfaat program dirasakan masyarakat sekaligus menjadi dasar evaluasi kebijakan ke depan. (rif)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *