Pastikan Warga Aman, Kapolresta Magelang Tinjau Langsung Longsor dan Pengungsian di Borobudur

0
IMG-20260115-WA0034

LINTASTIDARNEWS.ID (Polresta Magelang) –Kepedulian terhadap keselamatan warga kembali ditunjukkan Kapolresta Magelang, Kombes Pol Herbin Sianipar. Bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) Polresta Magelang, ia turun langsung meninjau lokasi bencana tanah longsor serta tempat pengungsian warga di Dusun Tanjung, Desa Ngadiharjo, Kecamatan Borobudur, KabupatenMagelangKamis (15/01/2026).

Peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi warga terdampak tetap aman serta meninjau langsung situasi di lapangan pascakejadian longsor yang dipicu hujan berintensitas tinggi. Kehadiran Kapolresta di tengah warga menjadi bentuk empati sekaligus dukungan moril bagi masyarakat yang sedang menghadapi musibah.

Diketahui, tanah longsor pertama terjadi pada Senin (12/1/2026) sekitar pukul 16.15 WIB. Hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut membuat tanah di area tebing menjadi jenuh air dan labil. Akibatnya, tebing setinggi kurang lebih 8 meter dengan lebar sekitar 6 meter mengalami longsor, menutup akses jalan lingkungan dan merusak tembok rumah warga.

Peristiwa tersebut mengakibatkan dua rumah dalam kondisi terancam, salah satunya rumah milik Sriwoto yang dihuni satu kepala keluarga dengan empat jiwa. Demi menghindari risiko lebih besar, keluarga tersebut memilih mengungsi sementara ke rumah tetangga terdekat karena tanah di sekitar lokasi masih bergerak dan berpotensi longsor susulan.
Tak berselang lama, pada hari yang sama sekitar pukul 18.30 WIB,  kembali terjadi di titik lain di Dusun Tlongsoranjung.

Longsoran dengan tinggi tebing sekitar 8 meter dan panjang kurang lebih 7 meter menutup total akses jalan penghubung Desa Ngadiharjo dengan Desa Giripurno, sehingga tidak dapat dilalui kendaraan.
Kapolresta Magelang Kombes Pol Herbin Sianipar menyampaikan bahwa jajaran kepolisian terus bersiaga dan melakukan pengamanan di sekitar lokasi bencana, sekaligus memastikan warga mendapatkan rasa aman.
“Kami hadir untuk memastikan kondisi warga terdampak dalam keadaan aman, sekaligus melihat langsung situasi di lapangan agar penanganan bisa dilakukan secara cepat dan tepat,” ujar Kombes Pol Herbin.

Baca Juga  Miris, Seorang Siswi SMA di Karanganyar Menjadi Budak Nafsu Gurunya

Sementara itu, pada Rabu (14/1/2026) malam, sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) curah hujan yang terpasang di Dusun Tanjung kembali memberikan peringatan. Pada pukul 23.30 WIB, EWS berbunyi dengan status SIAGA, disusul status AWAS sekitar satu jam kemudian, yang menandakan potensi tinggi terjadinya longsor susulan.

Merespons peringatan tersebut, warga secara tertib dan mandiri melakukan evakuasi ke lokasi yang lebih aman, yakni di Balkondes Ngadiharjo. Hingga saat ini, satu fasilitas umum berupa masjid juga dilaporkan berada dalam kondisi terancam akibat pergerakan tanah.

Penanganan darurat terus dilakukan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Magelang melalui asesmen dan pemantauan intensif di lokasi. Koordinasi juga dilakukan bersama pemerintah desa, perangkat dusun, aparat keamanan, serta masyarakat setempat.

Adapun kebutuhan mendesak saat ini meliputi logistik untuk kerja bakti pembersihan material longsor serta bantuan bagi warga yang mengungsi. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas, mengingat curah hujan tinggi masih berpotensi memicu bencana susulan di wilayah rawan longsor tersebut.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *