5 Kuliner Bersejarah di Magelang yang Masih Bertahan hingga Kini, Nomor 1 Sudah Ada Sejak Era Kolonial

0
images (6)

LINTASTIDARNEWS.ID (MAGELANG) – Kota Magelang tak hanya dikenal sebagai gerbang menuju Candi Borobudur. Di balik suasana kotanya yang sejuk, Magelang juga menyimpan jejak sejarah melalui ragam kuliner legendaris yang masih bertahan hingga sekarang.

Beberapa di antaranya telah hadir selama puluhan tahun, bahkan ada yang sudah eksis sejak masa kolonial Belanda dan awal kemerdekaan Indonesia. Meski zaman terus berubah, cita rasa autentik yang diwariskan dari generasi ke generasi membuat kuliner-kuliner ini tetap menjadi favorit warga lokal maupun wisatawan.

Berikut lima kuliner bersejarah di Magelang yang wajib masuk dalam daftar wisata kuliner Anda.

1. Sop Senerek, Warisan Kuliner Era Kolonial Belanda

Foto ilustrasi: Sop Senerek Magelang

Sop Senerek menjadi salah satu ikon kuliner paling legendaris di Magelang. Nama “Senerek” dipercaya berasal dari kata snert, yaitu sup kacang polong khas Belanda yang kemudian diadaptasi masyarakat lokal menjadi sajian bercita rasa Jawa.

Berbeda dengan sup pada umumnya, Sop Senerek menggunakan kacang merah sebagai bahan utama, dipadukan dengan wortel, bayam, daun bawang, serta daging sapi atau babat dalam kuah kaldu yang gurih.

Salah satu tempat yang masih mempertahankan resep turun-temurun adalah Warung Sop Senerek Bu Atmo yang telah berdiri sejak era 1960-an. Hingga kini, proses memasaknya masih menggunakan tungku tradisional untuk menjaga cita rasa khas yang telah dikenal selama lebih dari enam dekade.

2. Kupat Tahu Pojok, Legenda Kuliner Sejak 1942

Foto ilustrasi: Kupat Tahu Magelang

Tak lengkap berburu kuliner di Magelang tanpa mencicipi Kupat Tahu Pojok. Warung legendaris ini telah berdiri sejak tahun 1942 dan menjadi salah satu saksi perjalanan Kota Magelang dari masa penjajahan hingga sekarang.

Baca Juga  Kelompok Pendukung MBG Muncul di Tulungagung, Tolak MBG Dihentikan

Seporsi kupat tahu berisi ketupat, tahu goreng, tauge, kol, dan taburan bawang goreng yang disiram bumbu kacang berpadu kuah manis gurih khas Magelang.

Popularitasnya bahkan menarik perhatian banyak tokoh nasional. Warung ini disebut pernah menjadi langganan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono hingga sejumlah artis Tanah Air.

3. Getuk, Simbol Ketahanan Pangan yang Menjadi Ikon Magelang

Foto ilustrasi: Getuk Magelang

Di balik tampilannya yang sederhana, getuk menyimpan cerita panjang tentang kehidupan masyarakat Jawa.

Kuliner berbahan dasar singkong ini mulai populer ketika masyarakat memanfaatkan hasil bumi sebagai pengganti beras pada masa-masa sulit. Seiring waktu, getuk berkembang menjadi oleh-oleh khas Magelang yang identik dengan kota ini.

Berbagai produsen legendaris, seperti Getuk Trio, berhasil mempertahankan resep tradisional selama puluhan tahun. Kini, getuk tak hanya menjadi camilan, tetapi juga bagian dari identitas kuliner Magelang yang selalu diburu wisatawan.

4. Es Krim Mahkota, Manisnya Nostalgia Sejak 1945

Foto ilustrasi: Es Krim Mahkota Magelang

Di tengah menjamurnya kedai es krim modern, Es Krim Mahkota tetap bertahan dengan resep klasik yang diwariskan sejak tahun 1945.

Es krim ini dibuat menggunakan susu segar tanpa pengawet dan pemanis buatan sehingga menghasilkan rasa yang lembut dan autentik. Tidak sedikit pelanggan yang datang bukan hanya untuk menikmati es krimnya, tetapi juga bernostalgia dengan suasana toko yang masih mempertahankan nuansa tempo dulu.

Keberadaannya menjadikan Es Krim Mahkota sebagai salah satu usaha kuliner tertua yang masih beroperasi di Kota Magelang.

5. Ronde Miroso, Penghangat Malam yang Melegenda

Foto ilustrasi: Ronde Miroso Magelang

Saat malam tiba, Wedang Ronde Miroso menjadi destinasi favorit masyarakat Magelang. Warung yang berdiri sejak 1961 ini dikenal dengan kuah jahe hangat, bola ketan lembut, kacang sangrai, dan kolang-kaling yang menjadi ciri khasnya.

Baca Juga  Kabar Baik! Angka Stunting di Magelang Turun Jadi 15 Persen, Target Nasional Makin Dekat

Ronde Miroso telah melewati berbagai generasi pelanggan dan tetap mempertahankan resep aslinya. Konon, minuman tradisional ini juga pernah menjadi favorit Presiden pertama RI, Soekarno, sehingga semakin mengukuhkan statusnya sebagai salah satu kuliner legendaris di Magelang.

Lebih dari Sekadar Kuliner

Kelima kuliner tersebut membuktikan bahwa makanan bukan hanya soal rasa, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan sejarah sebuah kota. Dari pengaruh budaya Belanda pada Sop Senerek, Kupat Tahu yang telah menemani warga sejak 1942, hingga Es Krim Mahkota yang lahir di awal masa kemerdekaan, semuanya menjadi bukti bahwa Magelang memiliki kekayaan kuliner yang layak dijaga.

Bagi wisatawan yang ingin mengenal Magelang lebih dekat, mencicipi kuliner-kuliner legendaris ini bisa menjadi cara terbaik untuk menikmati sejarah yang masih hidup dalam setiap suapan. (dee)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *