Waspada! Penipuan Video Call WhatsApp Kini Pakai Wajah Palsu AI, Mirip Orang yang Kita Kenal
LINTASTIDARNEWS.ID – Bayangkan kamu menerima video call WhatsApp dari seseorang yang wajahnya sangat kamu kenal. Bisa atasan, keluarga, atau tokoh publik yang sering kamu lihat di media. Wajahnya hidup, ekspresinya natural, bahkan gerakan bibirnya terlihat sinkron saat berbicara. Tanpa disadari, itu bukan orang sungguhan—melainkan hasil deepfake AI.
Belakangan ini, modus penipuan digital semakin canggih. Tak lagi sekadar chat atau telepon, kini pelaku memanfaatkan teknologi deepfake AI untuk mengubah wajah mereka saat video call WhatsApp. Tujuannya satu: membuat korban percaya dan lengah.
Dalam beberapa kasus, pelaku berpura-pura menjadi orang penting dan berbicara seolah sedang dalam situasi mendesak. Mulai dari alasan butuh bantuan cepat, meminta transfer uang, hingga meminta kode OTP dengan dalih “urusan penting”. Karena dilakukan lewat video call, banyak korban yang tak sempat berpikir panjang.
Kenapa Modus Ini Berbahaya?
Berbeda dengan penipuan biasa, deepfake terasa lebih “nyata”. Otak kita secara otomatis lebih percaya pada apa yang kita lihat. Apalagi jika wajah di layar adalah sosok yang familiar. Di sinilah bahayanya.
Korban bukan hanya bisa kehilangan uang, tapi juga kepercayaan. Teknologi ini membuat batas antara yang asli dan palsu menjadi semakin tipis. Bahkan orang yang merasa melek digital pun bisa tertipu jika sedang lengah atau panik.
Tanda-Tanda yang Perlu Diwaspadai
Meski terlihat meyakinkan, penipuan deepfake biasanya meninggalkan tanda-tanda kecil. Misalnya, kualitas video yang sedikit patah, gerakan wajah yang terasa kaku, atau respons yang menghindari pertanyaan di luar skrip. Pelaku juga cenderung memaksa korban bertindak cepat agar tidak sempat berpikir atau mengecek kebenaran.
Cara Aman Menghadapinya
Jika menerima video call mencurigakan, jangan langsung percaya. Ambil jeda sejenak. Coba verifikasi lewat cara lain, seperti menelepon langsung nomor asli orang tersebut atau bertanya ke orang terdekat.
Jangan pernah membagikan kode OTP, data pribadi, atau mentransfer uang hanya karena permintaan lewat video call—siapa pun orangnya. Jika ragu, lebih baik menolak dan memutus panggilan. Melaporkan akun mencurigakan juga bisa membantu mencegah korban berikutnya.
Deepfake AI adalah teknologi yang canggih dan punya banyak manfaat di dunia kreatif dan digital. Tapi di tangan yang salah, teknologi ini bisa berubah menjadi alat penipuan yang sangat merugikan. Di era serba cepat seperti sekarang, literasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Semakin kita paham cara kerja teknologi, semakin kecil peluang kita untuk tertipu olehnya. (*)
