Wali Kota dan Kapolres Magelang Kota Pimpin Apel Operasi Ketupat 2026, 731 Botol Miras Dimusnahkan di Magelang
LINTASTIDAR.ID, Kota Magelang – Wali Kota Magelang, H.Damar Prasetyono, bersama Kapolres Magelang Kota, AKBP.Dikri Olfandi, memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 dalam rangka memastikan kesiapan pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah serta kelancaran arus mudik dan balik Lebaran. Apel digelar di Lapangan Mako Polres Magelang Kota, Kamis (12/03/2026) pukul 08.00–09.00 WIB.
Kegiatan tersebut diikuti jajaran Polres Magelang Kota bersama unsur gabungan dari TNI, POM TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Damkar, BPBD, organisasi masyarakat, Saka Bhayangkara, serta berbagai instansi terkait lainnya.
Apel ini bertujuan untuk mengecek kesiapan personel maupun sarana prasarana yang akan digunakan dalam pengamanan arus mudik dan balik Lebaran.
Pada kesempatan tersebut, Walikota Magelang, H.Damar Prasetyono membacakan amanat Kapolri ; “Operasi Ketupat 2026 sendiri akan dilaksanakan selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan melibatkan sebanyak 161.243 personel tingkat nasional dan untuk kota magelang diterjunkan 300 an personel gabungan dari berbagai instansi seperti TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Pemadam Kebakaran, dan unsur lainnya.
Dalam operasi ini, pengamanan juga dilakukan melalui 2.740 pos yang terdiri dari 343 pos terpadu serta pos pengamanan dan pos pantau serta pos pelayanan lainnya.
Petugas akan mengamankan sekitar 185.607 objek vital dan titik keramaian secara nasional, seperti masjid, tempat wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, dan berbagai lokasi strategis lainnya.
Berdasarkan prediksi, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 14–15 Maret 2026, sedangkan arus balik diperkirakan berlangsung pada 24–25 Maret 2026. Sementara peningkatan mobilitas masyarakat juga diprediksi kembali terjadi pada 28–29 Maret 2026.
Pemerintah bersama instansi terkait juga telah menyiapkan berbagai kebijakan untuk menjaga kelancaran lalu lintas selama periode mudik, di antaranya pembatasan operasional angkutan barang, penerapan sistem one way dan contraflow, pengaturan lalu lintas penyeberangan, hingga penghentian sementara proyek di jalur mudik. Selain itu, kebijakan diskon tarif tol dan tiket transportasi juga diperkirakan akan meningkatkan mobilitas masyarakat selama Lebaran tahun ini.
“Di tengah dinamika global akibat eskalasi konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel yang berdampak pada ketidakstabilan ekonomi dan harga komoditas, pemerintah memastikan ketersediaan stok kebutuhan pokok serta cadangan energi tetap dalam kondisi aman. Masyarakat pun diimbau untuk tidak melakukan panic buying karena pasokan telah dipastikan cukup”. Ujar Walikota.
Perayaan Idul Fitri tahun ini diperkirakan juga memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional. Meski jumlah pemudik diprediksi mencapai 143,9 juta orang atau turun sekitar 1,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, pemerintah tetap melakukan berbagai langkah antisipasi guna menjaga kelancaran mobilitas masyarakat.
Dalam pengamanan Lebaran, aparat juga mewaspadai potensi gangguan kamtibmas seperti kejahatan konvensional, aksi premanisme, hingga balap liar. Masyarakat yang akan meninggalkan rumah saat mudik diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan serta dapat menitipkan kendaraan di kantor polisi terdekat.
Selain itu, masyarakat juga diminta tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi ekstrem.
Untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, aparat juga mengoptimalkan layanan darurat 110, sehingga masyarakat dapat segera melaporkan apabila terjadi gangguan keamanan atau membutuhkan bantuan selama perjalanan mudik.
Melalui Operasi Ketupat 2026 ini, seluruh personel diharapkan dapat meningkatkan soliditas dan sinergitas antarinstansi guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang merayakan Idul Fitri.
Dengan semangat pengabdian, seluruh petugas diminta menjadikan tugas pengamanan ini sebagai bentuk ibadah demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyaraka.” tegas Damar.
“Mudik aman, keluarga bahagia,” menjadi semangat dalam pelaksanaan operasi pengamanan Lebaran tahun ini. Imbuhnya

Musnahkan Ratusan Botol Miras
Pada kesempatan yang sama, Polres Magelang Kota juga melakukan pemusnahan ratusan botol minuman keras hasil operasi selama bulan Ramadan.
Sebanyak 731 botol minuman keras serta dua jerigen ciu oplosan dimusnahkan sebagai bentuk komitmen aparat dalam menekan peredaran miras di wilayah hukum Polres Magelang Kota.
Kapolres Magelang Kota berharap langkah tersebut dapat menekan angka kriminalitas di wilayahnya, mengingat banyak tindak kejahatan maupun gangguan kamtibmas yang dipicu oleh konsumsi minuman keras.
“Semoga dengan terus ditekan peredaran miras di Kota Magelang, angka kerawanan gangguan kamtibmas juga dapat menurun,” ujar Kapolres.(Gus)
