Polresta Magelang Siaga Penuh, Pasukan Bhayangkara Amankan Lokasi Longsor dan Pengungsian Warga Borobudur
LINTASTIDARNEWS.ID (Polresta Magelang)| Polresta Magelang menyiagakan pasukan Bhayangkara di lokasi bencana tanah longsor serta titik-titik pengungsian warga di Dusun Tanjung, Desa Ngadiharjo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keamanan, membantu proses evakuasi, dan memastikan keselamatan warga yang terdampak bencana akibat hujan berintensitas tinggi.
Peristiwa tanah longsor pertama terjadi pada Senin, 12 Januari 2026, sekitar pukul 16.15 WIB.
Hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut menyebabkan kondisi tanah pada tebing menjadi jenuh air dan labil hingga memicu longsoran setinggi kurang lebih 8 meter dengan lebar sekitar 6 meter. Material longsor menutup akses jalan lingkungan serta merusak tembok rumah warga dan mengancam bangunan milik Sriwoto yang dihuni satu kepala keluarga dengan empat jiwa.
Karena kondisi tanah masih bergerak dan berpotensi terjadi longsor susulan, warga terdampak untuk sementara mengungsi ke rumah tetangga terdekat. Pada hari yang sama sekitar pukul 18.30 WIB, longsor kembali terjadi di titik lain di Dusun Tanjung. Longsoran dengan tinggi tebing sekitar 8 meter dan panjang kurang lebih 7 meter tersebut mengakibatkan akses jalan penghubung Desa Ngadiharjo dengan Desa Giripurno tertutup total dan tidak dapat dilalui.
Kapolresta Magelang, Kombes Pol Herbin Sianipar, menyampaikan bahwa pihaknya menyiagakan personel secara penuh baik di lokasi bencana maupun di tempat pengungsian warga guna memberikan rasa aman serta memastikan situasi tetap kondusif.
“Pasukan Bhayangkara Polresta Magelang kami siagakan di lokasi longsor dan di tempat pengungsian warga untuk memastikan keamanan serta membantu masyarakat apabila terjadi keadaan darurat,” ujar Kombes Pol Herbin Sianipar.

Sementara itu, pada Rabu, 14 Januari 2026, sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) curah hujan yang terpasang di Dusun Tanjung kembali berbunyi. Pada pukul 23.30 WIB, EWS menunjukkan status Siaga, kemudian meningkat menjadi Awas pada Kamis, 15 Januari 2026 pukul 00.30 WIB. Menindaklanjuti peringatan tersebut, warga secara bertahap melakukan evakuasi mandiri menuju lokasi aman di Balkondes Ngadiharjo.
Berdasarkan data sementara, bencana tanah longsor ini mengakibatkan dua rumah warga dalam kondisi terancam serta satu fasilitas umum berupa masjid berada pada zona rawan terdampak. Penanganan darurat terus dilakukan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Magelang melalui asesmen lokasi serta koordinasi lintas sektor bersama pemerintah desa, perangkat dusun, aparat keamanan, dan masyarakat setempat.
Hingga saat ini, kebutuhan mendesak yang diperlukan meliputi logistik untuk kerja bakti pembersihan material longsor serta bantuan bagi warga yang mengungsi. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mematuhi arahan petugas, mengingat curah hujan tinggi masih berpotensi memicu longsor susulan di wilayah rawan bencana.(Gus)
