Pertama Lolos Dan Kedua Gagal Masukkan Narkotika ke Lapas, 2 Pelaku Ngandang di Prodeo
LINTASTIDARNEWS.ID, (SRAGEN) Upaya penyelundupan narkoba ke Lapas Kelas llA Sragen menjadi perhatian tersendiri. Dua pelaku yang diamankan Satresnarkoba Polres Sragen dalam waktu berbeda mengakui berhasil menyelundupkan sabu-sabu dan obat- obatan terlarang ke Lapas Sragen dengan modus disembunyikan di alat vital perempuan.
Kasus pertama dari seorang perempuan berinisial TS, menyembunyikan lima (5) paket sabu di dalam bra pada Kamis tanggal 23 Oktober 2025 sekitar pukul 11,30 WIB, di Lapas Kelas llA Sragen.
Kaur Bin opsnal Satresnarkoba Polres Sragen, Ipda Setyo Permana, mengatakan pengakuan tersangka melakukan penyelundupan narkoba tiga (3) kali ke Lapas Sragen.
Sabu yang dikirimkan ke Lapas untuk kekasihnya seorang warga binaan berinisial Z pada pengiriman pertama dan pengiriman kedua masing- masing seberat 0,5 gram lolos dari pemeriksaan petugas. Aksi ketiga berhasil digagalkan oleh petugas Lapas dan pelaku diamankan.
Kasus kedua upaya penyelundupan narkoba 1,46 gram sabu serta 30 butir obat terlarang (Obaya) pada hari Kamis tanggal 4 Desember 2025 sekitar pukul 11,30 WIB. Barang haram itu dimasukkan di dalam kondom dan disembunyikan di kemaluannya.
Upaya penyelundupan tersebut berhasil digagalkan Satresnarkoba Polres Sragen. Polisi mengamankan dua (2) pelaku penyelundupan yakni Meilan alias MR warga Jebres Surakarta dan pria berinisial JBK (28), asal Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar.
“Barang disembunyikan di kemaluan. Dijanjikan uang buat beli susu anak. Yang kedua kemarin diancam saya, kalau gak mau nganterin akan dipenjarakan (dari pengirim pertama),” ucap ibu rumah tangga dengan empat anak itu.
Kanit Opsnal Ipda Supriyanto mengatakan aksi pelaku menyelundupkan narkoba ke Lapas Sragen sudah kedua kalinya. Aksi pertama sepekan sebelumnya berhasil lolos dari pemeriksaan petugas. Sementara rencana aksi kedua digagalkan sebelum masuk Lapas.
“Sabu tersebut akan diberikan kepada AS narapidana di Lapas Sragen, dua pelaku ini hanyalah kurir. Barang bukti disembunyikan MR di dalam kondom dan di masukkan ke dalam kemaluannya. Dan dari pengakuannya sudah dua kali (menyelundupkan narkoba) ke Lapas. Yang pertama lolos dua minggu sebelumnya dengan modus yang sama,” ucap Ipda Supriyanto mewakili Kasatresnarkoba AKP Luqman Efendi, Kamis (11/12/2025) kepada awak media.
Menurut Supriyanto, AS adalah kekasih pelaku MR. Mereka dijanjikan imbalan Rp 1 juta setelah mengirimkan narkoba. Dengan kasus tersebut mengindikasikan bahwa warga binaan masih dapat menikmati atau bahkan pesta narkoba yang dikirim melalui pembesuk.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala pengamanan Lapas ( KPLP), Taufiqul Hidayatulah menyampaikan apresiasi kepada Satresnarkoba Polres Sragen yang menggagalkan penyelundupan narkoba ke Lapas perihal aksi penyelundupan yang dilakukan tersangka sudah lebih dari sekali pihaknya enggan berspekulasi.
“Kami ndak berani berandai- andai. Tapi yang kemarin itu penangkapan di luar Lapas, belum sampai masuk. Makanya kami apresiasi kita punya komitmen bersama untuk menggagalkan barang masuk. Sebelumnya kita yang menggagalkan saat masih di ruang tunggu,” ujar Taufiqul.
Taufiqul menandaskan bahwa Lapas Kelas llA Sragen berkomitmen untuk menjaga Lapas Zero Narkoba. Tak hanya itu, pihaknya rutin melakukan penggeledahan ruang tahanan dan juga barang- barang milik warga binaan.
“Komitmen zero narkoba, dibuktikan bisa menggagalkan waktu penggeledahan kalau ada informasi yang masuk alhamdulillah kita bisa melakukan penggeledahan rutin tanpa pemberitahuan kita lakukan penggeledahan,” jelas Taufiqul. (Mila)
