Operasi Keselamatan Candi 2026 Resmi Digelar 14 Hari, Polresta Magelang Libatkan Ribuan Personel Tekan Pelanggaran dan Kecelakaan

0
IMG-20260202-WA0082

LINTASTIDARNEWS.ID (MAGELANG) – Polresta Magelang resmi menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Candi 2026 di halaman Mako Polresta Magelang, Senin pagi (2/2/2026). Apel ini menjadi tanda dimulainya operasi kepolisian terpusat selama 14 hari ke depan guna meningkatkan disiplin masyarakat berlalu lintas serta menekan angka kecelakaan menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.

Kegiatan dipimpin langsung Plt Wakapolresta Magelang Kompol Eko Mardiyanto dan diikuti personel gabungan dari Polri, TNI, Dinas Perhubungan, serta Satpol PP. Apel dilaksanakan untuk memastikan kesiapan personel, sarana, dan prasarana, sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung kelancaran operasi di lapangan.

Dalam amanatnya, Kompol Eko menegaskan bahwa permasalahan lalu lintas terus berkembang secara dinamis seiring meningkatnya jumlah kendaraan bermotor, pertumbuhan penduduk, serta kemajuan teknologi digital di sektor transportasi. Kondisi tersebut menuntut jajaran kepolisian, khususnya Satuan Lalu Lintas, untuk terus berinovasi melalui pendekatan Presisi.
“Permasalahan lalu lintas terus berkembang. Karena itu Polri harus adaptif dan mengedepankan pendekatan prediktif, responsibilitas, serta transparansi berkeadilan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Operasi Keselamatan Candi 2026 dilaksanakan mulai 2 hingga 15 Februari 2026 dengan melibatkan 3.592 personel. Jumlah tersebut terdiri dari 279 personel Satgas Polda Jawa Tengah dan 3.313 personel dari satuan wilayah jajaran.
Menurutnya, operasi ini merupakan bagian dari cipta kondisi menjelang Idul Fitri, dengan fokus pada upaya preemtif dan preventif melalui edukasi serta sosialisasi, disertai penindakan represif terhadap pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.

Berdasarkan data kepolisian, angka pelanggaran lalu lintas di Jawa Tengah sepanjang 2025 mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Meski demikian, kesadaran masyarakat dinilai masih perlu ditingkatkan.
“Walaupun terjadi penurunan pelanggaran, tilang, dan teguran, kami tetap perlu melakukan upaya lebih intensif agar masyarakat semakin patuh dan tertib berlalu lintas,” tegasnya.

Baca Juga  Dorong Peningkatan Kapasitas Poktan, Disperpa Kota Magelang Gelar Pelatihan Kelembagaan

Penindakan selama operasi akan dilakukan melalui sistem ETLE statis dan mobile, serta teguran langsung di lapangan. Sasaran pelanggaran meliputi pengendara tanpa helm SNI, melawan arus, menggunakan ponsel saat berkendara, kendaraan tidak laik jalan, knalpot tidak sesuai spesifikasi, balap liar, parkir sembarangan, hingga pengemudi di bawah pengaruh alkohol.
Kompol Eko juga mengingatkan seluruh personel untuk mengedepankan sikap humanis dan profesional saat bertugas.

“Keberadaan kita untuk melayani masyarakat. Berikan pelayanan terbaik dengan cara yang sopan, humanis, dan hindari tindakan kontraproduktif yang dapat mencoreng citra Polri,” pungkasnya.

Melalui Operasi Keselamatan Candi 2026, Polresta Magelang berharap tercipta budaya tertib berlalu lintas serta terwujudnya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah Magelang dan Jawa Tengah.(Gus)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *