Persaudaraan Lintas Iman Magelang Bersatu Jaga Bumi: Nobar “Semesta” Bangkitkan Kesadaran Merawat Alam sebagai Wujud Iman

0
IMG_1588

LINTASTIDARNEWS.ID, (Kota Magelang) – Semangat persaudaraan lintas iman berpadu dengan kepedulian terhadap kelestarian alam dalam kegiatan nonton bareng (nobar) dan diskusi film dokumenter bertema lingkungan “Semesta” yang digagas Persaudaraan Lintas Iman Magelang Raya, Rabu (04/02/2026) malam, di Gedung Loka Budaya Kota Magelang.

Acara ini menjadi ruang perjumpaan hangat berbagai elemen masyarakat. Tokoh agama, penghayat kepercayaan, jemaat gereja, alim ulama, mahasiswa, yayasan sosial, hingga komunitas pegiat toleransi seperti Svara Bhinneka dan Pager Piring duduk berdampingan bersama unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD), di antaranya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Kesbangpolinmas Kota Magelang, serta relawan dan aktivis lingkungan.

Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya secara khidmat, sebelum peserta larut dalam pemutaran film “Semesta”. Film tersebut mengangkat kisah tujuh tokoh agama dari berbagai daerah di Indonesia yang menjadikan nilai-nilai keimanan sebagai landasan perjuangan menjaga bumi.

Suasana nobar berubah haru sekaligus reflektif. Banyak peserta tersentuh oleh pesan kuat film yang menegaskan bahwa merawat alam bukan sekadar gerakan sosial, melainkan tanggung jawab moral dan spiritual seluruh umat manusia, tanpa memandang agama maupun latar belakang.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Konservasi Sumber Daya Alam DLH Kota Magelang, Djoko Purnomo, S.T., M.Sc., menilai film tersebut sarat inspirasi toleransi sekaligus aksi nyata pelestarian lingkungan.
“Semua ajaran agama pada dasarnya mengajarkan hal yang sama, yakni menjaga dan merawat alam. Keberagaman justru menjadi kekuatan untuk bergerak bersama,” ujarnya.

Koordinator Persaudaraan Lintas Iman Magelang, Agus Sobir, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pihak yang terlibat. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum istimewa dalam Pekan Harmoni Umat Beragama Sedunia karena berhasil mempertemukan lintas iman, penghayat, aktivis lingkungan, aktivis budaya, hingga unsur pemerintah.
“Kami berharap film ini menggugah kesadaran kita semua, bahwa menjaga bumi sejatinya adalah bagian dari menjaga kehidupan manusia,” katanya.

Baca Juga  Usia Boleh Senja, Semangat Gowes Komunitas GST Tetap Menyala

Pesan aksi nyata juga disampaikan Joko, Ketua Kampung Iklim Lestari Kota Magelang sekaligus penggerak Kampung Iklim Lestari Jambon Gesikan, Kelurahan Cacaban. Ia menekankan bahwa pelestarian lingkungan dimulai dari langkah sederhana.
“Mulai dari rumah sendiri, lalu lingkungan sekitar, hingga menjadi gerakan warga. Kami membuka kesempatan bagi anggota lintas iman yang ingin belajar ke kampung iklim tanpa biaya,” tuturnya.

Perwakilan Kesbangpol Kota Magelang, Tri Adi Nuswantara, turut mengapresiasi peran aktif Persaudaraan Lintas Iman yang dinilai tidak hanya menjaga kerukunan, tetapi juga membantu pemerintah membangun kesadaran lingkungan.
“Kegiatan ini membantu menciptakan masyarakat yang harmonis sekaligus peduli lingkungan. Kami sangat berterima kasih,” ungkapnya.

Dukungan juga datang dari tokoh Islam Gus Hafidz dan Ketua PHDI Kota Magelang Gede Mahardika. Keduanya sepakat bahwa edukasi lintas iman seperti ini efektif menanamkan nilai cinta lingkungan kepada seluruh kalangan.
Sebagai tindak lanjut, panitia bersama Dinas Lingkungan Hidup berencana menggelar aksi penanaman pohon di sejumlah titik strategis Kota dan Kabupaten Magelang sebagai upaya konservasi air dan penghijauan.
“Kami berharap semangat ini tidak berhenti di forum diskusi. Minimal dimulai dengan menanam dan merawat pohon di lingkungan masing-masing,” ujar Gregorius Adik Wijaya, Ketua Panitia sekaligus Sekretaris Persaudaraan Lintas Iman Magelang.

Kehadiran para perwakilan seperti :

*Nana Paundra (PPKM/Paguyuban Pecinta Kali Magelang)
* Inna (Garda Rescue Indonesia)
* Nur Lamiah (aktivis lingkungan dari Kalisari, Wates)
* Gus Hafid F Masrur (Kerten, Secang)
* Nuryadi (MLKI)
* Gede Mahardika (PHDI)
* Paul Chandra (TITD Liong Hok Bio)
* Natalia Atika (Kabid Kemasyarakatan Gereja Santa Maria Fatima)
* Nicolas (Timpel HAK gereja Santo Ignatius)
* Lusiana Adela (Timpel HAK gereja Santo Mikael)
* Agnes Kemmi (Kabid Kemasyarakatan Geereja Santo Yusuf Mertoyudan)
* Delcy Linda (Svara Bhinneka)
* Kristoforus (Pager Piring)
* Teguh Santoso (GPIB) lingkungan, MLKI, PHDI, TITD Liong Hok Bio, perwakilan gereja, serta berbagai komunitas toleransi semakin menegaskan bahwa kepedulian terhadap bumi adalah panggilan bersama.

Baca Juga  Peradi Magelang Perkuat Silaturahmi Ramadan Sekaligus Sosialisasi KUHAP Baru

Melalui kebersamaan lintas iman Magelang kembali menunjukkan bahwa iman tak hanya diucapkan dalam doa, tetapi diwujudkan lewat aksi nyata menjaga semesta.(Gus)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *