Lantik Pejabat, Bupati Sukoharjo : ASN Harus Tingkatkan Etos Kerja
Oplus_131072
LINTASTIDARNWES.ID (SUKOHARJO) Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, mendorong agar para aparatur sipil negara (ASN) meningkatkan etos kerja dan integritas. Profesionalitas ASN dibutuhkan dalam menjalankan roda pemerintahan dan peningkatan pelayanan masyarakat.
Hal ini diungkapkan Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, dalam pelantikan pejabat fungsional dan penyerahan surat keputusan pengangkatan PNS di Gedung Menara Wijaya Sukoharjo, Kamis (9/4/2026).
Kegiatan itu juga dihadiri Wakil Bupati Sukoharjo, Sekda Sukoharjo, dan para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo.
Kegiatan diawali dengan pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan oleh Bupati. Dalam sambutannya, Bupati Etik mengatakan pengambilan sumpah PNS mengacu pada Peraturan Pemerintah No 11/2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil.
“PNS yang berasal dari formasi jabatan fungsional di samping mengangkat sumpah / janji sekaligus dilantik dan diambil sumpah / janji dalam jabatan fungsional,” kata dia.
Para ASN dituntut untuk meningkatkan profesionalitas kinerja serta pelayanan terhadap masyarakat. Karena itu, para ASN diharapkan mampu cepat beradaptasi di lingkungan kerja sehingga berimplikasi pada peningkatan kinerja.
Selain itu, Bupati Etik juga mengingatkan agar para ASN berorintasi pada pelayanan masyarakat.
“Layani dulu masyarakat yang hendak mengakses layanan kesehatan. Masalah adminitrasi belakangan. Jangan sampai ada masyarakat yang wadul ke Bupati terkait layanan kesehatan,” urai dia.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sukoharjo, Suparmin, mengatakan ASN yang menerima surat keputusan pengangkatan menjadi PNS sekaligus diambil sumpah sebanyak 113 orang.
Sedangkan jumlah pejabat fungsional yang dilantik sebanyak 78 orang. Mereka merupakan hasil rekrutmen PNS formasi 2024, Suparmin berharap para PNS tersebut mampu meningkatkan kedisplinan pegawai dan menghindari beragam penyimpangan.
“Hindari penyimpangan yang bisa berdampak negatif bagi keluarga, lingkungan kerja, hingga masyarakat secara luas. Adaptasi dengan tugas dan pekerjaan di masing-masing OPD,” papar Suparmin. (Armila)
