Ketupat Bertabur Hadiah, Syawalan di Mertoyudan Berlangsung Meriah dan Penuh Kebersamaan

0
IMG-20260328-WA0046

LINTASTIDARNEWS.ID, Magelang — Suasana penuh kegembiraan dan kebersamaan menyelimuti Dusun Sekaran, Banyurojo, Mertoyudan, Magelang. Masjid Al Falah kembali menggelar tradisi Grebeg Ketupat dan Kembul Bujono dalam rangka Syawalan, yang berlangsung meriah dan disambut antusias warga.Sabtu (28/03/2026).

Tradisi tahunan ini menjadi ajang mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat nilai ukhuwah islamiyah di tengah masyarakat. Ketua panitia, Rzah Abid Ramadhan, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perayaan, tetapi juga bentuk nyata kebersamaan warga.
“Acara ini adalah aktualisasi ukhuwah islamiyah. Harapannya, masyarakat semakin rukun, harmonis, dan guyub,” ujarnya.

Salah satu daya tarik utama acara adalah arak-arakan gunungan ketupat dan sayuran yang diarak keliling dusun. Uniknya, gunungan ketupat tersebut berisi berbagai hadiah, mulai dari lembaran uang hingga kupon berhadiah menarik yang membuat warga semakin antusias mengikuti prosesi.

Kegiatan ini merupakan penyelenggaraan ketiga setelah sempat terhenti akibat pandemi COVID-19. Pengurus Masjid Al Falah, Hari Suryono, menegaskan pentingnya menjaga tradisi ini sebagai warisan budaya sekaligus sarana mempererat persaudaraan.
“Ini sudah menjadi tradisi masyarakat Sekaran. Kami berharap ke depan bisa terus dilestarikan dan semakin meriah,” katanya.

Keceriaan juga dirasakan oleh Abdurrahman Zakki (16), salah satu peserta yang beruntung mendapatkan hadiah sarung dari gunungan ketupat. Ia mengaku sangat bahagia dan berencana menggunakan sarung tersebut saat menimba ilmu di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri.
“Saya sangat senang, ini akan saya pakai di pondok,” ungkapnya dengan wajah sumringah.

Tak hanya arak-arakan, rangkaian acara juga dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni tradisional seperti tari Montolan, Soreng, dan Kunthulan. Acara berlanjut hingga malam hari dengan kegiatan Kembul Bujono (makan bersama) yang semakin menghangatkan suasana kebersamaan.

Baca Juga  65 Persen Rampung, Jembatan Merah Putih Presisi di Pakis Magelang Siap Dibuka Akhir April 2026

Sebagai penutup, digelar pengajian bersama KH Fathurrahman yang dihadiri warga Dusun Sekaran dan sekitarnya, menambah nilai spiritual dalam perayaan Syawalan tahun ini.
Tradisi Grebeg Ketupat dan Kembul Bujono pun kembali membuktikan bahwa budaya lokal mampu menjadi perekat kuat dalam menjaga keharmonisan masyarakat.(A).

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *