Kenduri Lintas Iman di Pendopo Pengabdian, KotaMagelang Teguhkan Harmoni dalam Balutan Seni dan Budaya
LINTASTIDARNEWS.ID (Kota Magelang) – Suasana khidmat sekaligus hangat terasa di Pendopo Pengabdian Rumah Jabatan Wali Kota Magelang, Sabtu malam (07/02/2026).
Puluhan anggota Persaudaraan Lintas Iman Magelang bersama perwakilan berbagai agama dan kepercayaan berkumpul dalam Kenduri dan Doa Bersama Lintas Iman, sebuah momentum kebersamaan untuk merawat toleransi dan memperkuat persaudaraan.
Kegiatan yang digagas Persaudaraan Lintas Iman Magelang ini digelar dalam rangka menyambut Pekan Harmoni Antar Umat Beragama Sedunia, yang diperingati setiap minggu pertama Februari (1–7 Februari). Hadir perwakilan umat Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Buddha, Konghucu, serta Penghayat Kepercayaan di Kota Magelang.
Tak sekadar kenduri dan doa, acara juga dipadukan dengan pentas seni budaya yang mempererat kebersamaan. Penampilan rebana dari Ponpes Selamat, solo vokal, tari kreasi milenial, hingga paduan suara lintas iman “Svara Bhinneka” memeriahkan suasana. Lagu-lagu yang dibawakan sarat pesan kerukunan, toleransi, dan cinta tanah air.
Wali Kota Magelang, H. Damar Prasetyono, yang hadir mengenakan batik cokelat kombinasi putih, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, upaya menjaga kerukunan dan toleransi merupakan fondasi utama pembangunan daerah.
“Kerukunan dan toleransi adalah modal sosial yang mutlak. Kita tidak akan bisa melaksanakan pembangunan di bidang apa pun apabila kondisi sosial tidak harmonis. Gangguan yang bersifat SARA sangat menghambat pembangunan,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan kebanggaannya karena Kota Magelang pada 2024 berhasil meraih predikat kota paling toleran peringkat keempat se-Indonesia, yang merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat.
Doa lintas iman diawali dengan kumandang lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dinyanyikan seluruh hadirin dengan penuh hikmat. Selanjutnya, doa dipimpin secara bergiliran oleh para tokoh agama dan kepercayaan, di antaranya K.H. Ahmad Dahlan (Islam), YC. Yuwono Priyanto (Katolik), Gede Mahardhika (Hindu), dr. Reno Ranuh (Kristen), Aang Ratnawati (Buddha), Ninik Tandani (Konghucu), serta Nuryadi (Penghayat Kepercayaan). Mereka memanjatkan doa bagi kerukunan, keselamatan, dan kedamaian warga Magelang serta bangsa Indonesia.
Dalam kesempatan itu dilaksanakan pula potong tumpeng tanda syukur atas milad 7 tahun kelompok Paduan Suara Lintas Iman “Svara Bhinneka”, Tumpeng yang dipotong Walikota H.Damar Prasetyono diserahkan kepada Koordinator Svara Bhinneka yang juga Koordinator Persaudaraan Lintas Iman kota Magelang, Agus Sobir, teriring Doa “Selamat Ulang Tahun semoga Svara Bhinneka semakin berkembang dan menjadi inspirasi kerukunan bagi masyarakat”. pungkas Damar.
Acara ditutup dengan lagu “Ayo Rukun Bersatu” yang dinyanyikan bersama seluruh hadirin, Suasana haru bercampur semangat terasa, seolah menegaskan kembali komitmen seluruh hadirin untuk terus menjaga persatuan di tengah keberagaman.
Melalui kenduri dan doa bersama ini, Magelang kembali menunjukkan diri sebagai kota yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan menjadi teladan harmoni lintas iman di Indonesia.(Gus)
