FGD Bakesbangpol Kota Magelang Teguhkan Arah Pembangunan 2027: Fokus SDM Unggul, Nasionalisme, dan Ekonomi Inklusif

0
IMG-20260226-WA0033

LINTASTIDARNEWS.ID (KOTA MAGELANG) — Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Magelang menggelar Forum Group Discussion (FGD) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Tahun 2027, Rabu (25/02/2026), di Aula Kesbangpol Kota Magelang.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.30 hingga 11.30 WIB ini diikuti oleh OPD terkait serta perwakilan organisasi politik (orpol) dan organisasi kemasyarakatan (ormas) se-Kota Magelang.
Acara diawali dengan doa bersama dan pengumandangan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang diikuti seluruh peserta dengan penuh khidmat dan semangat kebangsaan.

Kepala Kesbangpol Kota Magelang, Agus Satiyo Hariadi, dalam sambutan sekaligus paparan pengantar menegaskan bahwa FGD ini menjadi ruang strategis untuk menjaring aspirasi seluruh pemangku kepentingan.
“FGD ini bertujuan mengakomodasi kepentingan OPD, ormas, dan orpol, tentu dengan tetap berpedoman pada nomenklatur serta tugas pokok dan fungsi Kesbangpol,” tegasnya.
Tema yang diusung kali ini adalah “Penguatan SDM dan Daya Saing Ekonomi Kota yang Inklusif.”

Sementara itu, Kepala Bidang II Kesbangpol, Tri Supriyanto, memaparkan tugas dan fungsi Kesbangpol berdasarkan Permendagri Nomor 11, khususnya poin 6 dan 7 yang berkaitan dengan peningkatan kewaspadaan nasional. Ia menyampaikan bahwa saat ini Kesbangpol tengah melaksanakan survei kewaspadaan daerah sebagai bahan perumusan langkah antisipasi kewaspadaan nasional dan daerah.
“Kami mohon partisipasi aktif dari seluruh ormas, orpol, dan OPD terkait dalam survei kewaspadaan daerah yang sedang kami jalankan,” ujarnya.

Diskusi berlangsung dinamis dan produktif. Sejumlah perwakilan OPD, orpol, dan ormas menyampaikan pandangan serta usulan strategis. Perwakilan Bawaslu menekankan pentingnya sosialisasi tahapan pemilu yang harus dimulai sejak 2026–2027, mengingat kompleksitas dan panjangnya proses pemilu. Ia juga mendorong kolaborasi lintas sektor antara Bawaslu, Kesbangpol, ormas, dan orpol agar sosialisasi berjalan lebih efektif.
Dari sisi pembangunan karakter, tokoh pemerhati budaya dan budi pekerti Susilo Anggoro menyoroti terjadinya degradasi nilai akhlak sejak dihapuskannya pendidikan budi pekerti dalam kurikulum sekolah pada era 1980-an. Kondisi tersebut, menurutnya, semakin diperparah oleh derasnya arus informasi teknologi yang mudah diakses anak-anak dan kerap tidak sejalan dengan kepribadian bangsa.
“Ini sudah menjadi persoalan nasional bahkan global, sehingga penanganannya memerlukan sinergi dan kesadaran bersama,” paparnya.

Baca Juga  Sinergi Tanpa Sekat! Awak Media Magelang Raya dan Polres Magelang Kota Komitmen Jaga Kamtibmas dan Perangi Hoaks

Menutup rangkaian diskusi, Agus Satiyo Hariadi mengajak seluruh elemen untuk tetap optimistis dan konsisten membenahi bangsa dari lingkup terkecil, yakni Kota Magelang. Ia juga mengingatkan adanya tantangan laten terhadap nasionalisme dan nilai kebangsaan.
Salah satu langkah konkret yang direncanakan Kesbangpol adalah menghidupkan kembali pemahaman Indonesia Raya Tiga Stanza, termasuk melalui lomba di tingkat sekolah, agar nilai-nilai luhur kebangsaan kembali tertanam kuat sejak dini.

FGD kemudian ditutup dengan penandatanganan hasil diskusi oleh perwakilan forum pelaksana, yakni FKUB, FPK, FKDM, serta Kepala Kesbangpol Kota Magelang, sebagai komitmen bersama dalam menyusun arah pembangunan Kota Magelang tahun 2027 yang inklusif, berdaya saing, dan berkarakter kebangsaan.(Gus)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *