Dialog UMCI ke-3 di Vientiane Perkuat Kolaborasi Kota-Kota Mekong untuk Pembangunan Perkotaan Berkelanjutan

0
3rdumci-cv

LINTASTIDARNEWS.ID (Vientiane, Lao PDR) – United Cities and Local Governments Asia-Pacific (UCLG ASPAC) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan perkotaan berkelanjutan di Kawasan Mekong melalui penyelenggaraan Dialog Urban Mekong Corridor Initiative (UMCI) ke-3, yang digelar pada 3–4 Desember 2025 di Vientiane, Lao PDR.

 

Dialog ini diselenggarakan oleh Sekretariat Komisi Sungai Mekong (Mekong River Commission/MRC) bersama Pemerintah Kota Vientiane, serta dikoordinasikan dengan Cities Alliance, dengan dukungan dari Swiss Agency for Development and Cooperation (SDC). Kegiatan ini melanjutkan momentum dua dialog sebelumnya pada 2024, sekaligus memperkuat kolaborasi regional dan pembelajaran bersama antar kota di kawasan Mekong.

 

Lebih dari 120 peserta hadir dalam forum ini, terdiri dari gubernur dan wali kota, perwakilan pemerintah nasional dan daerah, akademisi, organisasi masyarakat sipil (OMS/CSO), serta mitra pembangunan dan keuangan dari berbagai negara di kawasan Mekong. Para peserta terlibat dalam diskusi terbuka dan konstruktif mengenai ekonomi sirkular, pengelolaan sampah perkotaan, serta solusi berbasis alam (Nature-Based Solutions/NbS) untuk pengelolaan air dan mitigasi panas perkotaan, termasuk strategi berbasis masyarakat untuk memperkuat ketahanan kota di tengah urbanisasi yang pesat.

 

Hari Pertama: Membangun Fondasi Pembangunan Perkotaan Hijau dan Inklusif

 

Pada hari pertama, Dialog UMCI ke-3 menyoroti pentingnya kondisi struktural dan sistemik dalam mendorong pembangunan perkotaan hijau yang inklusif. Diskusi menegaskan bahwa meskipun banyak kota di kawasan Mekong telah mengembangkan berbagai inovasi, dampaknya sangat bergantung pada kemitraan yang kuat, kebijakan yang mendukung, serta akses terhadap pembiayaan berkelanjutan.

Para pemimpin kota dan mitra pembangunan sepakat bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci agar inisiatif hijau dapat diimplementasikan secara luas dan berkelanjutan.

Baca Juga  Tinjau Dapur SPPG di Kota Magelang, Vita Ervina Dorong SPPG Uji Lab Makanan Sebelum di Distribusikan

 

Hari Kedua: Menempatkan Manusia, Ruang, dan Alam sebagai Pusat Ketahanan Kota

 

Fokus diskusi pada hari kedua bergeser ke pendekatan people-centred dan place-based, dengan penekanan bahwa pembangunan perkotaan yang inklusif harus memberdayakan masyarakat, mengurangi kesenjangan sosial, serta selaras dengan alam.

 

Kegiatan hari kedua dibuka dengan Penganugerahan UMCI–CSO Awards 2025, yang memberikan apresiasi kepada organisasi masyarakat sipil dan kelompok akar rumput yang dipimpin perempuan atas kontribusi nyata mereka dalam membangun kota yang inklusif dan tangguh. Selanjutnya, sesi khusus bertajuk “Women in Migration Corridors: Leadership from the Ground Up” menyoroti peran kepemimpinan perempuan di tingkat nasional, lokal, hingga komunitas.

 

Solusi Berbasis Alam Perkuat Ketahanan Komunitas

 

Diskusi kemudian mengangkat solusi berbasis alam sebagai pendekatan praktis untuk menghadapi banjir, panas ekstrem perkotaan, dan degradasi lingkungan. Berbagai contoh praktik baik dari kawasan Mekong menunjukkan bahwa integrasi alam dalam perencanaan kota mampu menghadirkan beragam manfaat, mulai dari lingkungan permukiman yang lebih sejuk, pengelolaan air yang lebih baik, hingga meningkatnya kohesi sosial masyarakat.

 

Hari kedua ditutup dengan diskusi kelompok paralel mengenai pendekatan responsif gender dan penerapan solusi berbasis alam, yang dinilai krusial dalam menciptakan kota yang tangguh, inklusif secara sosial, serta adaptif terhadap dinamika migrasi.

 

Menuju Visi Bersama Pembangunan Kota Hijau dan Inklusif

 

Dialog UMCI ke-3 menjadi ruang strategis bagi kota-kota dan mitra di Koridor Mekong untuk berbagi pengalaman, merefleksikan tantangan, dan menyelaraskan prioritas bersama. Forum ini menegaskan pentingnya pelibatan komunitas dan integrasi solusi berbasis alam dalam perencanaan perkotaan sebagai fondasi pembangunan kota yang inklusif dan berketahanan.

 

Di tengah percepatan urbanisasi dan meningkatnya tekanan migrasi, hasil diskusi serta kemitraan yang terbangun dalam Dialog UMCI ke-3 diharapkan dapat mendorong aksi nyata di tingkat lokal dan memperkuat kerja sama regional. Upaya ini akan berlanjut menuju Dialog UMCI ke-4 pada 2026, yang dijadwalkan berlangsung di Vietnam. (*)

Baca Juga  CSR Rp 302,5 Juta, CV. Barokah Merapi Santuni Anak Yatim Piatu dan Kaum Dhuafa
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *