Angka Fatalitas Mudik di Klaten Menurun, Satlantas Ingatkan Tetap Hati-Hati
LINTASTIDARNEWS.ID (KLATEN) Angka fatalitas kecelakaan lalu lintas selama arus mudik dan balik lebaran 2026/1447 H di Klaten diklaim menurun dibandingkan tahun- tahun sebelumnya. Hal ini di tengarai dipicu sejumlah faktor, termasuk menurunnya volume kendaraan yang melintasi jalan arteri Solo – Jogja.
Kasat Lantas Polres Klaten, AKP Wendi Andranu, melalui Kanit Gakkum, Iptu Alif Akbar Lukman, menjelaskan selama 13 hari penyelenggaraan Operasi Ketupat Candi, tercatat adanya penurunan angka kecelakaan lalu lintas di kawasan Klaten dari 11 kejadian pada lebaran 2025 menjadi 9 kejadian pada lebaran 2026.
“Dari catatan kami selama di lapangan operasi tampak terjadi penurunan angka laka. Pada 2025 ada 11 kejadian sementara pada 2026, alhamdulilah turun jadi sembilan kejadian. Untuk tingkat fatalitasnya juga tercatat menurun yang mana pada tahun ini didominasi kejadian yang dampak luka ringan,” jelas Iptu Alif, Jumat (27/3/2026).
Kecelakaan yang terjadi, lanjut dia, didominasi kendaraan roda dua dan nihil korban meninggal dunia di tempat kejadian. Sementara saat ditanya penyebabnya, Iptu Alif mengklaim telah melakukan sejumlah langkah preventif sejak jauh-jauh hari dengan memberi peringatan serta berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk sarana dan prasarana yang bertujuan menekan angka kecelakaan.
Selain itu, adanya sejumlah jalur tol yang sudah beroperasi disinyalir menjadi faktor menurunnya angka kecelakaan.
Dengan menurunnya volume pengendara di jalan arteri Solo – Jogja juga menjadi faktor menurunnya kejadian tersebut. Selain itu, selama operasi pihaknya mengintensifkan patroli malam dan pagi, sehingga kemungkinan pengendara yang ugal-ugalan di jalan bisa kami tekan.
Iptu Alif juga menjelaskan kawasan yang menjadi perlintasan pemudik perlu mendapatkan perhatian khusus guna menekan angka kecelakaan. Karena itu, Satlantas menyiapkan Tim Patroli serta tim urai sebagai antisipasi.
“Tim patroli juga digiatkan untuk penertiban lalu lintas lainnya seperti kendaraan dengan knalpot brong, dan pelanggaran lalu lintas lainnya, serta memantau titik-titik yang disinyalir menjadi lokasi rawan laka seperti di jalan lintas provinsi tepatnya di kawasan Prambanan dan Delanggu,” jelasnya.
Kendati Operasi Ketupat Candi telah usai, Iptu Alif menghimbau pengendara yang melintasi kawasan Klaten tetap berhati-hati, mengingat arus balik gelombang kedua diperkirakan masih akan terjadi pada 28 – 29 Maret 2026.
“Kami tetap mengajak seluruh pengendara agar selalu waspada dan berhati-hati. Selain itu, jika merasa lelah atau kondisi kendaraan kurang baik, beristirahat dahulu dan memeriksa kendaraannya masing-masing,” tutupnya
Sebelumnya, Kapolres Klaten, AKBP Moh Faruk Rozi, menyatakan situasi lalu lintas wilayah hukumnya sejauh ini menunjukkan tren positif. Arus mudik dan balik terpantau lancar tanpa adanya kemacetan total yang menghentikan laju kendaraan. Selain itu, angka fatalitas kecelakaan lalu lintas tahun ini juga menurun signifikan.
Namun, ia menekankan agar seluruh personel tidak lengah. Menurutnya penundaan kepulangan sebagian masyarakat, terutama aparatur sipil negara (ASN), akibatnya adanya kebijakan Work From Home (WFH) dari pemerintah beroperasi menciptakan penumpukan volume kendaraan pada akhir pekan ini.
“Kami melihat masih banyak masyarakat yang saat ini berada di lokasi wisata atau masih di kampung halaman karena kebijakan WFH. Oleh karena itu, tanggal 28 dan 29 Maret ini perlu antisipasi khusus agar arus yang keluar dari arah Yogyakarta maupun menuju arah barat tetap mengalir,” kata AKBP Faruk dalam keterangannya di konferensi pers. (Armila)
