Dari Sampah Jadi Berkah, Bhabinkamtibmas Mertoyudan Gerakkan Warga Lewat Bank Sampah INOVA

0
IMG-20260827-WA0042

MAGELANG, LINTASTIDARNEWS.ID — Sampah kerap dipandang sebagai persoalan yang identik dengan tumpukan, bau, dan lingkungan yang tidak sedap dipandang. Namun, di Dusun Prajenan, Desa Mertoyudan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, sampah justru disulap menjadi sumber manfaat dan pemberdayaan masyarakat.

Gagasan itu digerakkan Bhabinkamtibmas Desa Mertoyudan, Polsek Mertoyudan, Polresta Magelang, Aiptu Dillia Rika Sari, S.H. Melalui Bank Sampah INOVA, warga diajak mengubah cara pandang terhadap sampah sekaligus membangun kebiasaan memilah dan mengelolanya sejak dari rumah.

Inovasi tersebut berangkat dari persoalan lingkungan yang dihadapi masyarakat, mulai dari keterbatasan tempat pembuangan hingga masih adanya kebiasaan membuang sampah sembarangan. Kondisi itu dinilai berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan maupun sosial apabila tidak ditangani secara bersama-sama.

Aiptu Dillia kemudian menawarkan pendekatan sederhana: sampah tidak hanya dibuang, tetapi dipilah dan dikelola agar memiliki nilai manfaat.

“Sampah tidak lagi dianggap sebagai limbah, tetapi sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi jika dikelola dengan baik,” menjadi semangat yang dibangun melalui Bank Sampah INOVA.

Melalui program tersebut, warga memilah sampah dari rumah. Sampah anorganik yang masih memiliki nilai ekonomi dikumpulkan, ditimbang dan dijual. Hasil penjualannya kemudian dicatat sebagai tabungan sampah warga.

Sementara itu, sampah organik diolah menjadi kompos maupun pupuk organik yang dapat dimanfaatkan untuk tanaman. Pengelolaan juga dikembangkan melalui budidaya maggot yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan dalam sektor perikanan maupun peternakan.

Konsep tersebut membuat pengelolaan sampah tidak berhenti pada upaya mengurangi volume sampah. Lebih dari itu, muncul sebuah siklus pemanfaatan yang mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Warga Ikut Bergerak

Ketua Bank Sampah INOVA Prajenan, Tini Lestari, mengatakan pihaknya terus mengajak warga aktif memilah dan mengolah sampah rumah tangga.

“Di sini kami menggerakkan seluruh warga Dusun Prajenan untuk mengikuti kegiatan bank sampah yang bergerak di bidang jual beli sampah yang memiliki nilai ekonomis. Limbah rumah tangga juga kami olah menjadi media tanam untuk menanam sayuran di sekitar rumah dalam mendukung program ketahanan pangan,” ujarnya.

Baca Juga  Jati Utami Istianingrum SH MH Dilantik Sebagai Notaris Pengganti

Kreativitas warga pun berkembang. Barang-barang bekas yang sebelumnya dianggap tidak berguna diolah menjadi berbagai produk sederhana dan bermanfaat, seperti pot tanaman, tempat sampah dari galon bekas air mineral hingga tempat cuci tangan.

Menurut Tini, pendampingan Bhabinkamtibmas serta dukungan Pemerintah Desa Mertoyudan menjadi bagian penting dalam perkembangan Bank Sampah INOVA.

“Dengan adanya bank sampah ini sangat bermanfaat bagi warga karena dapat mengurangi sampah di sekitar kita. Sampah yang masih bisa diolah dapat dimanfaatkan menjadi tempat sampah, pot bunga maupun tempat cuci tangan,” katanya.

Sampah organik yang diolah menjadi kompos juga memberikan manfaat langsung bagi ketahanan pangan keluarga. Warga dapat memanfaatkannya sebagai media untuk menanam berbagai jenis sayuran di lingkungan rumah.

Dengan demikian, satu persoalan dapat melahirkan banyak manfaat. Lingkungan menjadi lebih bersih, sampah memiliki nilai ekonomi, warga memiliki media untuk bercocok tanam, dan ketahanan pangan keluarga ikut diperkuat.

Kepala Desa: Bank Sampah Jadi Sarana Pemberdayaan

Kepala Desa Mertoyudan, Eko Sungkono, mengapresiasi inisiatif Bhabinkamtibmas yang mendorong terbentuknya Bank Sampah INOVA.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif Bhabinkamtibmas kami yang telah membentuk bank sampah untuk Desa Mertoyudan. Bank sampah ini sangat bermanfaat bagi masyarakat maupun pemerintah, khususnya dalam menjaga lingkungan dan memberdayakan masyarakat,” ungkapnya.

Menurut Eko, sampah yang memiliki nilai jual dapat memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat. Sedangkan sampah organik dapat diolah menjadi pupuk untuk kebutuhan pertanian maupun tanaman warga.

“Dengan adanya bank sampah ini, masyarakat mendapatkan pelajaran dan kesadaran bagaimana mengelola sampah dengan baik. Sampah yang bisa dijual dapat menambah income masyarakat, sedangkan bahan organik dapat diolah menjadi pupuk,” lanjutnya.

Dinas Lingkungan Hidup Beri Apresiasi

Baca Juga  Haru dan Khidmat, Prasetia Alumni Angkatan 06 SMA Taruna Muhammadiyah Gunungpring Jadi Penutup Penuh Makna

Inovasi Bank Sampah INOVA juga mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Magelang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Magelang, Dr. Nanang Tri Agung Edi Hermawan, S.T., M.T., menyampaikan dukungan dan apresiasi terhadap komitmen masyarakat Dusun Prajenan dalam menjaga lingkungan.

“Saya menyampaikan dukungan dan apresiasi kepada Bank Sampah INOVA, Dusun Prajenan, Desa Mertoyudan, Kecamatan Mertoyudan, yang telah berkomitmen dalam pengelolaan lingkungan,” ujarnya.

Menurut Nanang, Bank Sampah INOVA tidak hanya bergerak pada pengelolaan sampah anorganik, tetapi telah berkembang melalui pengolahan kompos, berbagai kreasi berbahan sampah hingga konsep integrated farming.

Ia berharap inovasi tersebut terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi masyarakat di wilayah lainnya.

“Semoga Bank Sampah INOVA terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi masyarakat dalam mewujudkan Magelang yang resik lingkungane, lestari alame,” katanya.

Polisi Hadir Tak Sekadar Menjaga Kamtibmas

Bagi Aiptu Dillia, Bank Sampah INOVA menjadi bagian dari upaya menjalankan tugas Bhabinkamtibmas secara lebih luas.

Kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak hanya dibutuhkan ketika terjadi gangguan keamanan dan ketertiban. Polisi juga dapat hadir untuk melihat persoalan di wilayah binaan, membangun komunikasi, menggerakkan warga dan bersama-sama mencari solusi.

Persoalan sampah kemudian menjadi pintu masuk untuk membangun kepedulian sekaligus memperkuat hubungan antara polisi dan masyarakat.

Lingkungan yang lebih bersih, aktivitas gotong royong dan komunikasi yang semakin terbuka di antara warga pada akhirnya turut menciptakan kondisi sosial yang lebih kondusif.

Kapolresta Magelang Apresiasi Inovasi Anggota

Kapolresta Magelang Kombes Pol Edy Bagus Sumantri memberikan apresiasi terhadap inovasi yang dilakukan Aiptu Dillia Rika Sari.

Menurutnya, Bank Sampah INOVA menunjukkan kreativitas anggota dalam melihat persoalan di wilayah binaan sekaligus menghadirkan solusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Baca Juga  Polres Boyolali Gelar Apel Pengamanan Tasyakuran PSHT

“Kami sangat mengapresiasi dan mendukung apa yang telah dilakukan Aiptu Dillia Rika Sari. Inovasi bank sampah ini merupakan langkah positif dan nyata dalam pengelolaan lingkungan. Selain memberikan manfaat bagi kebersihan lingkungan, kegiatan ini juga menunjukkan kepedulian dan kreativitas anggota dalam memberikan kontribusi positif kepada masyarakat,” ujar Kombes Pol Edy Bagus Sumantri.

Kapolresta berharap semangat tersebut dapat ditularkan kepada anggota Polri lainnya.

“Semoga apa yang telah dilakukan ini bisa menjadi contoh dan ditiru oleh anggota yang lain. Kami mendorong setiap anggota untuk terus berinovasi dan memberikan kontribusi nyata, baik dalam pelaksanaan tugas maupun dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan,” tegasnya.

Bank Sampah INOVA akhirnya bukan sekadar tempat mengumpulkan sampah. Ia berkembang menjadi ruang belajar, pemberdayaan, gotong royong dan penguatan ekonomi masyarakat.

Dari sampah yang semula dianggap tidak bernilai, lahir manfaat ekonomi. Dari persoalan lingkungan, tumbuh kesadaran. Dan dari kepedulian seorang Bhabinkamtibmas, muncul gerakan bersama yang perlahan mengubah kebiasaan masyarakat.

Dari sampah menjadi berkah. Dari kepedulian menjadi gerakan. Dari Mertoyudan, perubahan dimulai dari langkah sederhana: memilah sampah dari rumah.(*)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *