Kapolresta Magelang Rangkul Awak Media dan Admin Medsos: Beda Wadah, Tetap Satu Semangat Jaga Magelang

0
IMG-20260826-WA0160

iMAGELANG, LINTASTIDARNEWS.ID — Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai silaturahmi Kapolresta Magelang Kombes Pol. Eddy Bagus Sumantri, S.I.K., bersama puluhan awak media online dan admin media sosial se-Magelang Raya di Omah Mbudur, Borobudur, Kabupaten Magelang, Rabu (26/8/2026).

Bukan sekadar ajang perkenalan, pertemuan tersebut menjadi ruang dialog untuk memperkuat komunikasi, membangun kolaborasi, sekaligus menyatukan langkah antara kepolisian, insan pers, dan pegiat media sosial dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Magelang.

Kapolresta Magelang hadir didampingi sejumlah pejabat utama (PJU), antara lain Kasat Reskrim, Kasat Resnarkoba, Kasat Lantas, Kasi Humas Polresta Magelang, serta jajaran terkait.

Dalam sambutannya, Eddy Bagus menegaskan pentingnya hubungan komunikasi yang terbuka dan profesional dengan seluruh awak media maupun admin media sosial.

«“Semoga kita dapat bekerja sama menjaga kondisi Magelang agar tetap aman, tertib, dan kondusif. Peran media sangat penting sebagai sarana sosialisasi kepada publik, sekaligus memberikan hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar dan valid,” ujar Eddy Bagus.»

Menurutnya, media memiliki posisi strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Karena itu, sinergi kepolisian dan media diharapkan mampu menghadirkan informasi yang cepat, akurat, berimbang, serta dapat dipertanggungjawabkan.

Narwan: Kolaborasi Media dan Polisi Sangat Strategis

Perwakilan media online Magelang sekaligus Sekretaris A-PPI (Asosiasi Pewarta Pers Indonesia), Narwan, S.Pd., menyambut positif silaturahmi tersebut.

Menurut Narwan, kolaborasi antara Polresta Magelang dan awak media online memiliki nilai strategis karena informasi mengenai berbagai kegiatan kepolisian dapat lebih cepat diketahui masyarakat.

“Kolaborasi ini sangat penting dan strategis. Informasi kegiatan kepolisian bisa lebih cepat tersampaikan kepada masyarakat, sehingga dapat mengimbangi bahkan mengurangi pemberitaan negatif yang bersumber dari tindakan oknum,” jelas Narwan.

Ia menilai, pemberitaan mengenai berbagai kegiatan positif kepolisian juga perlu diperkuat agar masyarakat mendapatkan gambaran yang lebih utuh mengenai peran dan pelayanan Polri.

Menurutnya, kegiatan sosial seperti penanaman pohon, kepedulian lingkungan, kegiatan kemanusiaan, maupun program pelayanan kepada masyarakat dapat dikolaborasikan dan dipublikasikan secara luas melalui media online.

Baca Juga  Kapolres Purbalingga Pimpin Ungkap Kasus Penyalahgunaan LPG dan BBM Subsidi

“Kami siap berkolaborasi bersama kepolisian tidak hanya dalam bidang sosialisasi pemberitaan, tetapi juga dalam kegiatan-kegiatan lain, misalnya peduli lingkungan hidup melalui aksi penanaman pohon, gerakan kebersihan dan kegiatan sosial lainnya,” pungkas Narwan.

Wartawan Soroti Sekat Antarorganisasi

Dalam dialog terbuka, sejumlah wartawan juga menyampaikan persoalan yang dihadapi insan pers di lapangan.

Perwakilan wartawan online, Herry Portal, menyoroti kondisi awak media Magelang yang dinilai masih cenderung terkotak-kotak berdasarkan organisasi maupun wadah masing-masing.

Menurut Herry, kondisi tersebut terkadang berdampak terhadap kelancaran arus informasi, termasuk ketika terdapat sumber informasi yang memberikan akses secara terbatas kepada kelompok atau organisasi media tertentu.

“Kami awak media online sering kali menemukan upaya diskriminasi dengan awak media atau organisasi wartawan lain yang merasa lebih senior atau lebih dulu berkiprah di Magelang. Padahal, kita sebagai jurnalis memiliki kesamaan hak dan kewajiban serta landasan hukum yang sama, yaitu Undang-Undang Pers,” ungkapnya.

Herry berharap seluruh awak media di Magelang Raya dapat membangun komunikasi dan kekompakan tanpa mempersoalkan organisasi maupun perusahaan pers tempat masing-masing bernaung.

“Kami berharap semua awak media di Kabupaten Magelang Raya bisa kompak, apa pun wadah organisasinya,” ujarnya.

Menurutnya, kekompakan tidak harus dimaknai dengan menyatukan seluruh wartawan dalam satu organisasi. Keberagaman justru dapat menjadi kekuatan apabila dibangun dengan komunikasi yang sehat, saling menghormati, dan tetap mengedepankan profesionalitas.

Kesenjangan Antarawak Media Perlu Diminimalkan

Persoalan hubungan antarelemen media juga menjadi perhatian dalam forum tersebut.

Salah seorang awak media, Heri, menyoroti adanya kesenjangan sosial di antara sebagian awak media di Kabupaten Magelang. Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama agar tidak berkembang menjadi hubungan yang kurang harmonis hanya karena perbedaan organisasi, perusahaan pers, maupun platform pemberitaan.

Perbedaan wadah, kata Heri, semestinya tidak menghilangkan prinsip saling menghormati selama setiap insan pers menjalankan tugas sesuai ketentuan Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

Baca Juga  Polda Jateng Jamin Kebebasan Berpendapat Dalam Pelayanan Aksi Demo di Semarang

Ia berharap komunikasi lintas organisasi dapat lebih sering dilakukan untuk meminimalkan potensi gesekan dan kesalahpahaman antarsesama awak media.

Polresta Magelang Buka Ruang Komunikasi

Sementara itu, Kasi Humas Polresta Magelang, Ady, turut menekankan pentingnya komunikasi antara kepolisian, media, dan masyarakat.

Komunikasi yang terbuka antara Humas kepolisian dan awak media menjadi bagian penting untuk memastikan informasi yang berkembang di tengah masyarakat dapat segera dikonfirmasi kepada sumber yang berwenang.

Terlebih informasi yang berkaitan dengan keamanan, ketertiban, pelayanan kepolisian maupun peristiwa yang menjadi perhatian publik membutuhkan kejelasan dan verifikasi.

Ruang komunikasi yang terbuka diharapkan dapat mencegah berkembangnya informasi yang belum terverifikasi.

Media tetap memiliki fungsi penting untuk melakukan verifikasi, konfirmasi, dan memastikan keberimbangan sebelum informasi disampaikan kepada masyarakat.

Karena itu, kemitraan antara kepolisian dan media idealnya dibangun dalam hubungan profesional dengan kepentingan publik sebagai tujuan utama.

Medsos Harus Jadi Mitra Penyebaran Informasi

Pegiat media sosial Magelang, Ari, juga menyampaikan pentingnya kolaborasi di tengah pesatnya perkembangan media digital.

Menurutnya, kecepatan media sosial dalam menyebarkan informasi harus diimbangi dengan kehati-hatian dan tanggung jawab.

Informasi yang belum terverifikasi berpotensi menimbulkan kesalahpahaman, keresahan, bahkan merugikan pihak tertentu.

Karena itu, kolaborasi antara kepolisian, media online, admin media sosial, dan masyarakat dinilai penting untuk memperluas jangkauan informasi sekaligus memastikan informasi yang beredar memiliki dasar yang jelas.

Kecepatan informasi tidak boleh mengalahkan akurasi.

Kemitraan Tetap Harus Kritis dan Profesional

Silaturahmi tersebut juga menegaskan bahwa kemitraan antara kepolisian dan media bukan berarti menghilangkan sikap kritis pers.

Media tetap memiliki fungsi kontrol sosial. Kedekatan komunikasi dengan aparat penegak hukum tidak boleh menghilangkan independensi media ketika menjalankan tugas jurnalistik.

Sebaliknya, kritik terhadap kepolisian maupun lembaga publik harus tetap berdasarkan data, fakta, konfirmasi, dan prinsip keberimbangan.

Dengan demikian, kemitraan bukan dimaknai sebagai hubungan untuk saling menutupi kekurangan, melainkan hubungan profesional yang memungkinkan masing-masing pihak menjalankan tugas sesuai kewenangannya.

Baca Juga  Tawuran Jalan Singosari Dibongkar, Tiga Remaja Diamankan Polisi dan Sembilan Sajam Disita

Polresta Magelang menjalankan fungsi pelayanan dan menjaga keamanan masyarakat, sementara pers menjalankan fungsi informasi, edukasi, dan kontrol sosial.

Keduanya dapat berjalan berdampingan tanpa kehilangan independensi masing-masing.

Beda Organisasi, Satu Semangat untuk Magelang

Silaturahmi di Omah Mbudur tersebut akhirnya menjadi momentum untuk memperkuat kembali semangat kebersamaan di kalangan awak media Magelang Raya.

Perbedaan organisasi pers, perusahaan media, komunitas wartawan maupun platform pemberitaan merupakan bagian dari dinamika kehidupan pers. Namun, perbedaan tersebut tidak semestinya menjadi alasan untuk saling menjauh.

Profesionalitas, kompetensi, etika jurnalistik, serta kepentingan masyarakat dalam memperoleh informasi yang benar harus menjadi kepentingan bersama.

Jika komunikasi antarelemen media terbangun dengan baik, berbagai potensi kesenjangan dan gesekan dapat ditekan. Sebaliknya, sekat organisasi yang semakin kuat justru berpotensi menghambat terciptanya ekosistem pers yang sehat.

Karena itu, silaturahmi antara Polresta Magelang, wartawan, organisasi pers, perusahaan media, dan pegiat media sosial diharapkan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan.

Pada akhirnya, masyarakat menjadi pihak yang paling diuntungkan.

Kepolisian mendapatkan mitra komunikasi yang kritis dan konstruktif, media memperoleh akses informasi dan ruang konfirmasi yang lebih terbuka, sedangkan masyarakat mendapatkan informasi yang cepat, akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Beda wadah bukan alasan untuk terpecah. Beda profesi bukan alasan untuk berjarak. Sebab ketika komunikasi dan kolaborasi dibangun dengan sehat, seluruh elemen dapat bersama-sama menjaga Magelang tetap aman, kondusif, dan informatif.(*)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *