FFB 2026 Gemerlap, “Pangku” Dinobatkan Film Indonesia Terpuji, Christine Hakim Raih Lifetime Achievement
BANDUNG, LINTASTIDARNEWS.ID — Festival Film Bandung (FFB) 2026 kembali menghadirkan malam penuh gemerlap dan apresiasi bagi insan perfilman Indonesia. Memasuki penyelenggaraan ke-39, FFB tahun ini mengusung tema “Sinema Rona Keluarga” dan memberikan penghargaan kepada karya serta para pelaku industri film, televisi, dan serial web.
Malam puncak FFB 2026 berlangsung di Krakatau Ballroom, Horison Ultima Hotel Bandung, Sabtu (22/8/2026). Sejumlah tokoh hadir dalam ajang bergengsi tersebut, di antaranya Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, Ketua Umum Forum Film Bandung Eddy D. Iskandar, Ketua Dewan Pembina FFB Chand Parwez Servia, pejabat pemerintah, artis, seniman, budayawan, insan perfilman, jurnalis, mahasiswa, hingga para penggemar film.
Menginjak usia 39 tahun, FFB kembali menunjukkan konsistensinya sebagai ruang apresiasi bagi perkembangan sinema Indonesia. Bandung yang dikenal sebagai salah satu kota kreatif juga kembali menegaskan posisinya dalam perjalanan panjang sejarah perfilman nasional.
“Pangku” Borong Penghargaan
Film “Pangku” menjadi salah satu bintang utama dalam perhelatan FFB 2026 setelah dinobatkan sebagai Film Indonesia Terpuji.
Tak hanya meraih penghargaan tertinggi, film tersebut juga mengantarkan Reza Rahadian meraih penghargaan Sutradara Terpuji Film Indonesia, sementara Claressa Taufan dinobatkan sebagai Pemeran Utama Wanita Terpuji Film Indonesia.
Untuk kategori Pemeran Utama Pria Terpuji Film Indonesia, penghargaan diberikan kepada Jared Ali melalui Children of Heaven dan Reza Rahadian melalui Semua Akan Baik-Baik Saja.
Sementara itu, kategori pemeran pendukung diraih Aming melalui Ghost in the Cell dan Meriam Bellina melalui Senin Harga Naik.
Penghargaan Penulis Skenario Terpuji diberikan kepada Johanna Wattimena dan Bernadus Raka melalui Nobody Loves Kay.
Di bidang teknis dan artistik, sejumlah nama turut mendapatkan apresiasi. Rini Sri Handayani meraih Penata Artistik Terpuji melalui Na Willa, Vera Lestafa sebagai Penata Kamera Terpuji melalui Dopamin, Aline Jusria sebagai Penata Editing Terpuji melalui Dopamin, serta Ofel Obaja Setiawan sebagai Penata Musik Terpuji melalui Na Willa.
Serial Televisi dan Web Tak Kalah Bersinar
FFB 2026 juga memberikan ruang besar bagi perkembangan serial televisi dan web yang semakin mendapat tempat di hati penonton.
Untuk kategori serial televisi, Fendy Chow meraih penghargaan Pemeran Pria Terpuji melalui Terikat Janji. Sementara Adhisty Zara memperoleh penghargaan Pemeran Wanita Terpuji melalui Beri Cinta Waktu.
Di kategori serial web, “Ganteng-Ganteng Genteng: Kontes Otot Paling Viral” dinobatkan sebagai Serial Web Terpuji.
Penghargaan Sutradara Terpuji Serial Web diberikan kepada Lucky Kuswandi melalui Ratu Ratu Queens: The Series.
Untuk pemeran utama, Yesaya Abraham mendapat penghargaan melalui Secret High School, sedangkan Wulan Guritno meraihnya melalui Mama-Mama Pengejar Cinta.
Kategori pemeran pendukung masing-masing diraih Randy Martin melalui Generasi D’Bijis dan Alexandra Gottardo melalui Balas Dendam Istri yang Tak Dianggap.
Christine Hakim, Jejak Panjang yang Mendapat Penghormatan
Salah satu momen paling berkesan dalam malam puncak FFB 2026 adalah pemberian penghargaan Lifetime Achievement kepada Christine Hakim.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk penghormatan atas perjalanan panjang Christine Hakim sebagai salah satu aktris penting dalam sejarah perfilman Indonesia. Kiprahnya yang telah melintasi berbagai generasi menjadikan namanya tidak hanya dikenal sebagai seorang pemeran, tetapi juga sebagai bagian dari perjalanan dan perkembangan sinema nasional.
12 Film Impor Turut Mendapat Apresiasi
FFB 2026 juga memberikan perhatian terhadap film internasional melalui penghargaan Film Impor Terpuji. Sebanyak 12 film dari berbagai genre mendapatkan apresiasi, yakni:
1. Backrooms — Film Horor Psikologis Terpuji
2. Hamnet — Film Drama Sejarah Romansa Terpuji
3. Hukum — Film Horor Misteri Terpuji
4. Hoppers — Film Animasi Terpuji
5. It Was Just an Accident — Film Thriller Terpuji
6. Kokuho — Film Epik Budaya Terpuji
7. Marty Supreme — Film Drama Olahraga Terpuji
8. Obsession — Film Horor Romansa Terpuji
9. One Battle After Another — Film Aksi Thriller Terpuji
10. Project Hail Mary — Film Fiksi Ilmiah Terpuji
11. The Furious — Film Laga Terpuji
12. The Sheep Detectives — Film Komedi Detektif Terpuji
Mengusung tema “Sinema Rona Keluarga”, FFB ke-39 tidak sekadar menjadi panggung penghargaan, tetapi juga menjadi refleksi perjalanan panjang perfilman Indonesia.
Selama hampir empat dekade, FFB terus berupaya menjaga tradisi apresiasi terhadap karya dan insan perfilman. Dari Bandung, semangat tersebut kembali digaungkan untuk merawat ekosistem sinema sekaligus mendorong lahirnya karya-karya baru yang mampu memperkaya khazanah budaya Indonesia.
(Kin Sanubary-Bdg)
