Desa Borobudur Magelang Terima Bantuan Kendaraan Untuk Kelola Sampah

0
IMG-20260813-WA0004

LINTASTIDARNEWS.ID (MAGELANG) Desa Borobudur menerima bantuan sarana pengangkut sampah berupa satu mobil L300 dari Dewan Pimpinan Pusat Walubi dan satu kendaraan roda tiga dari Taman Wisata Borobudur (TWB) guna mendukung pengelolaan sampah.

Dikutip Antara, Kepala Desa Borobudur Anwar Ujang Maryadi Lukman di Magelang, Jawa Tengah, Rabu (12/8/2026) menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) dan TWB yang telah memberikan dukungan sarana pengangkut sampah.

Dia menjelaskan tambahan kendaraan tersebut akan meningkatkan kinerja pengelola TPS3R Lohjinawi dalam melakukan pengangkutan sampah dari Desa Borobudur yang menjadi salah satu lokasi percontohan program Sampah Tuntas Desa di Kabupaten Magelang.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak Walubi yang telah memberikan satu mobil angkutan untuk pengambilan sampah di wilayah Desa Borobudur, dan juga kepada TWB yang telah memberikan satu kendaraan roda tiga untuk pengambilan sampah,” katanya.

Pemerintah Desa Borobudur terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah melalui sosialisasi dan edukasi. Langkah tersebut untuk membangun kesadaran masyarakat agar pengelolaan sampah menjadi tanggung jawab bersama.

Bupati Magelang Grengseng Pamuji menegaskan penanganan sampah di Kabupaten Magelang ke depan akan dilakukan dengan pendekatan berbasis wilayah dengan memperkuat peran serta masyarakat.

“Penanganan sampah di Kabupaten Magelang akan kita lakukan berbasis wilayah, tidak berbasis dinas. Support dan peran serta masyarakat akan kita tingkatkan. Yang selama ini masyarakat sebagai objek, kita ubah menjadi subjek,” katanya.

Menurut dia, melalui program Sampah Tuntas Desa, masyarakat perlu ditempatkan sebagai bagian utama dalam upaya menjaga kebersihan dan mengelola sampah di lingkungan masing-masing.

Pemerintah desa diharapkan menjadi motor penggerak dalam mengonsolidasikan masyarakat agar mampu membangun sistem pengelolaan sampah yang mandiri dan berkelanjutan.

Baca Juga  Warga Sambeng Magelang Bantah Beri Lampu Hijau Penambangan Sungai Progo di Kantor DLHK Jateng

Ia menilai keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya ditentukan oleh dukungan pemerintah, industri, maupun teknologi, tetapi terutama oleh tumbuhnya kesadaran kolektif masyarakat.

“Kuncinya adalah kesadaran kolektif di masyarakat. Harapannya, melalui program ini akan muncul kesadaran masyarakat untuk menangani sampah secara mandiri, sampai sampah benar-benar bisa terkelola dan memiliki nilai ekonomi,” katanya.

Ia menjelaskan Desa Borobudur dipilih sebagai salah satu lokasi percontohan karena pengelolaan sampah di kawasan tersebut memiliki dampak yang luas. Kebersihan Borobudur tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga berhubungan erat dengan sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat. (rif)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *