Festival Onthel Magelang 2026 Diikuti Seribu Peserta, Ada yang Gowes 4 Hari Demi Hadiri Ajang Silaturahmi Nasional

0
IMG_20260718_203947

LINTASTIDARNEWS.ID (MAGELANG) – Festival Onthel kembali digelar dan sukses menyedot antusiasme pecinta sepeda lawas dari berbagai daerah di Indonesia. Stadion Gelora Nusantara, Kabupaten Magelang, menjadi pusat berkumpulnya sekitar 1.000 onthelis dalam ajang silaturahmi nasional yang berlangsung selama dua hari, 18–19 Juli 2026.

Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari berbagai kota di Pulau Jawa, seperti Purwakarta, Bandung, Purwokerto, dan sejumlah daerah lainnya, tetapi juga dari luar Pulau Jawa. Menariknya, sebagian peserta memilih datang dengan mengayuh sepeda klasik mereka langsung dari kota asal, menempuh perjalanan selama tiga hingga empat hari sebelum tiba di Magelang.

Ketua Panitia Festival Onthel, Andi Latief, mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda yang sebelumnya telah rutin dilaksanakan sebagai wadah jambore sekaligus temu silaturahmi komunitas sepeda lawas dari seluruh Indonesia.

“Festival Onthel ini bukan sekadar ajang berkumpul para pecinta sepeda klasik, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan antar onthelis dari berbagai daerah. Alhamdulillah tahun ini antusiasme peserta sangat tinggi, bahkan banyak yang rela mengayuh sepeda selama beberapa hari demi bisa hadir di Magelang,” ujar Andi Latief.

Menurutnya, semakin luasnya jangkauan peserta menunjukkan bahwa komunitas sepeda lawas masih memiliki semangat kebersamaan yang kuat dan terus berkembang.

“Peserta tidak hanya berasal dari kota-kota di Pulau Jawa, tetapi juga ada yang datang dari luar Jawa. Ini membuktikan Festival Onthel telah menjadi agenda yang dinanti komunitas sepeda tua di Indonesia,” tambahnya.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang bersama perwakilan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Magelang. Kehadiran pemerintah daerah menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian olahraga masyarakat sekaligus budaya bersepeda tradisional.

Baca Juga  6 Kendaraan Kecelakaan Tabrakan Beruntun, Begini Kronologinya...

Salah seorang peserta asal Purwokerto, Iwan Sarkowi (47), mengaku rela mengayuh sepeda lawasnya selama sekitar tiga hingga empat hari untuk mengikuti festival tersebut.

“Perjalanannya santai saja, sekalian menikmati suasana di sepanjang jalan. Yang paling saya cari bukan hanya acaranya, tetapi bisa bertemu teman-teman lama dan menambah saudara baru dari berbagai daerah,” tutur Iwan.

Baginya, Festival Onthel bukan sekadar kegiatan bersepeda, melainkan momentum mempererat hubungan antarkomunitas yang selama ini terjalin melalui kecintaan terhadap sepeda klasik.

Iwan juga mengungkapkan kekagumannya terhadap semangat para peserta senior yang tetap aktif mengikuti kegiatan.

“Ada peserta yang usianya sudah sekitar 87 tahun, tetapi masih semangat mengayuh sepeda dan mengikuti seluruh rangkaian acara. Itu menjadi inspirasi bagi kami yang lebih muda untuk tetap sehat dan aktif,” katanya.

Selain menjadi ajang silaturahmi, Festival Onthel turut memberikan dampak positif bagi daerah penyelenggara. Kehadiran ribuan peserta dan pendamping mendorong meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari sektor kuliner, penginapan, hingga usaha mikro di sekitar lokasi kegiatan.

Panitia menilai penyelenggaraan festival seperti ini juga menjadi sarana efektif memperkenalkan potensi wisata Kabupaten Magelang kepada para peserta yang datang dari berbagai penjuru Indonesia.

Sementara itu, pemerintah daerah menyambut baik kegiatan tersebut karena sejalan dengan upaya mengembangkan olahraga masyarakat sekaligus menggerakkan ekonomi lokal melalui penyelenggaraan event berbasis komunitas.

Festival Onthel 2026 pun menjadi bukti bahwa sepeda klasik bukan sekadar alat transportasi masa lalu, tetapi telah berkembang menjadi simbol persaudaraan, gaya hidup sehat, serta media promosi wisata dan budaya yang mampu menyatukan masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia. (dee)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *