Seminar Akhir PBL I FKM Unhas di Desa Sereang: Pendekatan Berbasis Bukti Tetapkan Tiga Prioritas Masalah Kesehatan Masyarakat

0
IMG-20260719-WA0057

Analisis metode PAHO mengidentifikasi pengelolaan sampah, hipertensi, dan diare sebagai fokus intervensi, memperkuat kolaborasi akademik menuju pencapaian SDGs.

SIDRAP, LINTASTIDARNEWS.ID – Mahasiswa Praktik Belajar Lapangan I (PBL I) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) Posko Desa Sereang menggelar Seminar Akhir di Kantor Desa Sereang, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang, Selasa (14/7). Kegiatan ini menjadi forum diseminasi hasil identifikasi dan analisis masalah kesehatan masyarakat yang telah dilakukan selama masa penempatan mahasiswa di desa tersebut.

Seminar dibuka oleh Kepala Desa Sereang, Darmawansyah, S.H., serta dihadiri perwakilan Kecamatan Maritengngae, kepala dusun, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), petugas kesehatan, bidan desa, kader kesehatan, Bhabinkamtibmas, Babinsa, tokoh masyarakat, tokoh agama, mahasiswa KKN, dan warga setempat.
Dalam pemaparannya, mahasiswa menyampaikan hasil pengumpulan serta analisis data kesehatan masyarakat menggunakan pendekatan Pan American Health Organization (PAHO). Analisis tersebut menghasilkan tiga isu prioritas kesehatan di Desa Sereang, yakni pengelolaan sampah, hipertensi, dan diare. Ketiga permasalahan dipilih berdasarkan besarnya dampak terhadap masyarakat, tingkat urgensi penanganan, serta peluang implementasi program kesehatan berbasis partisipasi masyarakat.

Penetapan prioritas tersebut menjadi landasan dalam penyusunan rekomendasi program kesehatan yang selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) dan SDG 17 (Partnerships for the Goals), melalui pendekatan berbasis bukti (evidence-based public health).

Salah seorang petugas kesehatan yang hadir menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah menyediakan berbagai layanan kesehatan secara gratis bagi masyarakat. Namun, menurutnya, pemanfaatan layanan tersebut masih perlu didukung dengan peningkatan literasi kesehatan.

“Kami berharap mahasiswa PBL I FKM Unhas dapat menjadi mitra dalam menyebarluaskan informasi mengenai layanan kesehatan gratis yang telah disediakan Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang, sehingga masyarakat semakin memahami bahwa akses pelayanan kesehatan mudah dan tidak berbayar,” ujarnya.

Baca Juga  Kapolda Jateng Resmikan Jembatan Merah Putih Presisi, Warga dan Anak Sekolah Kini Tak Harus Berputar Jauh

Kepala Desa Sereang, Darmawansyah, S.H., memberikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa dalam memotret kondisi kesehatan masyarakat secara sistematis. Menurutnya, hasil identifikasi tersebut dapat menjadi referensi penting bagi pemerintah desa dalam menyusun kebijakan dan program kesehatan yang lebih terarah.
Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Desa Sereang untuk terus memperkuat kerja sama dengan FKM Universitas Hasanuddin sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa.

Melalui pelaksanaan PBL I, FKM Unhas menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan kesehatan berbasis bukti melalui penguatan kolaborasi lintas sektor. Pendekatan ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi yang tidak hanya relevan secara akademik, tetapi juga aplikatif dalam menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat di tingkat desa.

Seminar Akhir PBL I menjadi penanda berakhirnya rangkaian kegiatan lapangan sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat. Hasil pemetaan masalah kesehatan yang telah disepakati diharapkan menjadi pijakan dalam perencanaan program kesehatan yang lebih efektif, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat.(Kontributor Sulsel: Afifa Pratiwi)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *