Seminar Akhir PBL I FKM Unhas Jadi Langkah Awal Penyusunan Program Kesehatan Berbasis Kebutuhan Desa

0
20260717_093002

LINTASTIDARNEWS.ID (Sidrap) – Mahasiswa Praktik Belajar Lapangan (PBL) I Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas) Posko Desa Polewali menggelar Seminar Akhir PBL I di Aula Kantor Desa Polewali, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang, Rabu (15/7) malam.

Seminar ini menjadi penutup rangkaian kegiatan PBL I sekaligus forum penyampaian hasil identifikasi masalah kesehatan masyarakat yang telah dilakukan mahasiswa melalui survei, observasi lapangan, wawancara, dan analisis data kesehatan selama berada di Desa Polewali.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Camat Tellu Limpoe dan dihadiri Kepala Desa Polewali Abdillah Yasin, Kapolsek Tellu Limpoe, Ketua BPD beserta anggota, Kepala UPTD Puskesmas Tellu Limpoe, Bidan Desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, perangkat desa, Ketua LPMD, Ketua TP PKK, para kepala dusun, kader posyandu, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta warga Desa Polewali.

Dalam pemaparannya, mahasiswa menyampaikan hasil analisis data menggunakan metode Pan American Health Organization (PAHO). Dari hasil tersebut ditetapkan enam prioritas masalah kesehatan di Desa Polewali, yakni hipertensi, rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai HIV/AIDS, pengelolaan sampah rumah tangga yang belum optimal, perilaku merokok, penyakit gastritis (maag), dan diare.

Hasil identifikasi tersebut kemudian dibahas bersama seluruh peserta seminar melalui sesi diskusi dan tanya jawab untuk memastikan kesesuaian data dengan kondisi riil di lapangan. Masukan dari pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, hingga masyarakat menjadi bagian penting dalam penyempurnaan hasil identifikasi.

Kepala Desa Polewali, Abdillah Yasin, mengapresiasi pelaksanaan PBL I yang dinilai mampu memberikan gambaran kondisi kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa.

“Kami berharap adik-adik mahasiswa membawa pulang hal-hal baik yang diperoleh selama berada di Desa Polewali. Jika ada kekurangan di desa kami, biarlah menjadi bahan evaluasi bagi kami. Namun, semoga nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan keramahan masyarakat Polewali dapat menjadi kenangan yang selalu diingat,” ujarnya.

Baca Juga  DPR RI : Anggaran MBG Tahun 2027 Turun Jadi Rp 174 Triliun

Mahasiswa PBL I FKM Unhas menjelaskan bahwa Seminar Akhir PBL I merupakan bentuk pertanggungjawaban akademik kepada masyarakat atas seluruh proses pengumpulan dan analisis data yang telah dilakukan.

Mereka berharap hasil identifikasi tersebut menjadi dasar dalam pelaksanaan tahapan PBL berikutnya, mulai dari pemetaan aset desa pada PBL II hingga penyusunan intervensi dan evaluasi program pada PBL III, sehingga setiap program yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan potensi masyarakat Desa Polewali.

Pelaksanaan Seminar Akhir PBL I juga menjadi wujud komitmen FKM Universitas Hasanuddin dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera, Tujuan 4 tentang pendidikan berkualitas, serta Tujuan 17 mengenai kemitraan untuk mencapai tujuan pembangunan.

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, hasil identifikasi yang telah disepakati diharapkan menjadi pijakan penyusunan program kesehatan yang lebih tepat sasaran, partisipatif, dan berkelanjutan bagi masyarakat Desa Polewali. (Ainun)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *