Iran Soroti Sikap Aktivis HAM Dunia: Israel Dinilai Lolos dari Sorotan Internasional

0
Presiden Iran

LINTASTIDARNEWS.ID (TEHERAN) – Pemerintah Iran melontarkan kritik keras terhadap sejumlah aktivis dan lembaga hak asasi manusia internasional yang dinilai tidak memberikan perhatvian seimbang terhadap tindakan Israel di kawasan Timur Tengah.

Dalam pernyataannya, pejabat Iran menilai berbagai pelanggaran yang dituduhkan kepada Israel kerap tidak mendapat respons tegas dari komunitas internasional. Teheran menyebut banyak pihak lebih vokal mengkritik Iran, sementara tindakan Israel dianggap luput dari sorotan global.

Kritik tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Israel dalam beberapa bulan terakhir. Pemerintah Iran menuding adanya standar ganda dalam isu hak asasi manusia dan konflik regional. Menurut Teheran, ketika Israel melakukan operasi militer atau serangan yang menimbulkan korban sipil, reaksi dunia internasional tidak sekeras ketika Iran menjadi pihak yang disorot.

Sejumlah pejabat Iran juga menegaskan bahwa mereka kecewa terhadap organisasi-organisasi HAM internasional yang dinilai kurang konsisten dalam mengecam tindakan Israel. Mereka menilai sikap diam tersebut memperburuk persepsi bahwa penegakan HAM dipengaruhi kepentingan politik global.

Sikap Iran itu disampaikan di tengah meningkatnya kritik Teheran terhadap respons dunia internasional yang dinilai tidak seimbang dalam menyikapi konflik di Timur Tengah. Pemerintah Iran menilai berbagai lembaga internasional seharusnya menjalankan mandatnya secara adil tanpa dipengaruhi kepentingan politik.

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menegaskan bahwa diamnya komunitas internasional justru memberi ruang bagi tindakan Israel untuk terus berlanjut. Ia mengatakan:

“Badan-badan global tetap diam sementara Israel secara terbuka berbicara tentang pembunuhan dan serangan yang ditargetkan.” Ungkap Pezeshkian.

Pezeshkian juga menilai organisasi internasional dan kelompok pembela hak asasi manusia tidak menjalankan peran sebagaimana mestinya. Menurutnya, lembaga-lembaga tersebut semestinya berupaya mencegah aksi kekerasan, bukan justru membiarkan situasi terus memburuk.

Baca Juga  Jati Utami Istianingrum SH MH Dilantik Sebagai Notaris Pengganti

Dalam pidatonya, Pezeshkian kembali menyoroti apa yang ia sebut sebagai standar ganda dalam penegakan hak asasi manusia. Ia menyatakan:

“Organisasi internasional dan para pembela hak asasi manusia diharapkan untuk mencegah tindakan tersebut, tetapi sebaliknya, dukungan politik dan logistik yang diberikan.” Ujarnya.

Lebih lanjut, Pezeshkian menuding Israel menjadi salah satu pemicu ketidakstabilan di kawasan Timur Tengah. Ia mengklaim bahwa sejumlah negara di kawasan menjadi sasaran serangan Israel, sementara negara-negara Muslim, menurutnya, bukan pihak yang memulai agresi tersebut.

Ketegangan Iran-Israel sendiri terus meningkat setelah berbagai insiden keamanan dan ancaman terbuka dari kedua pihak. Menteri Luar Negeri Iran sebelumnya menegaskan bahwa negaranya akan memberikan respons cepat terhadap setiap ancaman terhadap rakyat maupun kepemimpinannya.

Hingga kini, hubungan Iran dan Israel tetap berada pada titik yang sangat sensitif, dengan masing-masing pihak saling melontarkan tuduhan dan peringatan keras di tengah situasi kawasan yang belum stabil. (*)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *