Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar Enam Hari, Iran Bersiap Sambut Jutaan Pelayat
LINTASTIDARNEWS.ID (TEHERAN) – Pemerintah Iran resmi memulai rangkaian pemakaman kenegaraan untuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Prosesi penghormatan terakhir ini dijadwalkan berlangsung selama enam hari dan diperkirakan menjadi salah satu upacara pemakaman terbesar dalam sejarah Republik Islam Iran.
Sejak beberapa hari menjelang pelaksanaan, suasana duka mulai menyelimuti Teheran. Bendera berkabung dikibarkan di berbagai gedung pemerintahan, sementara jalan-jalan utama dihiasi spanduk dan poster bergambar Khamenei. Aparat keamanan juga disiagakan di sejumlah titik untuk mengantisipasi membludaknya jutaan warga yang diperkirakan akan mengikuti prosesi tersebut.
Berdasarkan jadwal yang diumumkan pemerintah Iran, rangkaian penghormatan dimulai di Teheran sebelum dilanjutkan ke kota suci Qom. Jenazah kemudian akan dimakamkan di Mashhad, kota kelahiran Khamenei, pada 9 Juli 2026. Selain itu, sejumlah agenda doa bersama juga dijadwalkan berlangsung di kota-kota suci umat Syiah, termasuk Najaf dan Karbala di Irak.
Prosesi pemakaman ini sempat tertunda selama beberapa bulan akibat situasi keamanan yang belum kondusif. Khamenei sebelumnya dilaporkan meninggal dunia dalam serangan udara yang terjadi pada Februari 2026 di tengah memanasnya konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Setelah kondisi kawasan dinilai lebih stabil usai tercapainya gencatan senjata sementara, pemerintah Iran akhirnya menetapkan jadwal resmi pelaksanaan pemakaman kenegaraan.
Menjelang prosesi berlangsung, pemerintah memperketat pengamanan di ibu kota. Sejumlah ruas jalan ditutup, akses menuju lokasi upacara dibatasi, dan pengawasan ruang udara diperkuat sebagai langkah antisipasi terhadap potensi ancaman keamanan selama rangkaian acara berlangsung.
Di tengah suasana berkabung, militer Iran turut mengeluarkan peringatan kepada Amerika Serikat dan Israel agar tidak melakukan tindakan yang dapat memicu eskalasi baru. Otoritas pertahanan Iran menegaskan bahwa setiap bentuk serangan selama prosesi pemakaman akan mendapat respons tegas dari angkatan bersenjata.
Meski menjadi peristiwa penting bagi Iran, kehadiran tamu negara dalam upacara tersebut diperkirakan tidak sebanyak pemakaman tokoh-tokoh besar sebelumnya. Sejumlah perwakilan negara sahabat dan kelompok sekutu Iran dijadwalkan hadir, sementara delegasi tingkat tinggi dari negara-negara Barat dilaporkan tidak masuk dalam daftar tamu resmi.
Bagi pemerintah Iran, pemakaman Ayatollah Ali Khamenei bukan sekadar prosesi penghormatan terakhir. Momentum ini juga dipandang sebagai simbol persatuan nasional sekaligus penanda dimulainya babak baru kepemimpinan Republik Islam Iran setelah lebih dari tiga dekade berada di bawah figur yang menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh di Timur Tengah.(*)
