Gerombolan Bertopeng Bacok 4 Orang Saat Konvoi Pesilat di Boyolali

0
IMG-20260629-WA0012

LINTASTIDARNEWS.ID (BOYOLALI) Empat orang menjadi korban pembacokan oleh gerombolan bertopeng di dua lokasi berbeda di Kabupaten Boyolali pada Senin (29/6/2026) dini hari. Selain menyerang korban dengan senjata tajam, pelaku juga membakar dua sepeda motor milik korban. Dilokasi lain, sekelompok orang juga merusak sebuah bengkel dan rumah warga.

Kasi Humas Polres Boyolali, AKP Winarsih, mengatakan terdapat tiga kejadian yang terjadi setelah kegiatan pengasahan anggota Persaudaraan Setia Hati Teratae (PSHT) Kecamatan Gladagsari. Tiga lokasi tersebut berada di Kecamatan Sambi, Banyudono, dan Teras.

Peristiwa pertama terjadi di wilayah Trosobo Kecamatan Sambi sekitar pukul 00,30 WIB. Saat itu rombongan berisi 14 orang yang mengendarai tujuh sepeda motor di hadang empat orang yang datang menggunakan dua kendaraan.

“Empat orang tersebut menghadang, turun, lalu menyabetkan pedang ke arah rombongan,” kata AKP Winarsih, Senin (29/6/2026).

Akibat serangan itu, rombongan berhamburan menyelamatkan diri. Namun dua orang mengalami luka bacok. Setelah menyerang korban, pelaku membakar sepeda motor Honda PCK milik salah satu korban sebelum melarikan diri.

Kedua korban kemudian dilarikan ke RS Asy Syifa Sambi. Salah seorang korban mengalami luka yang memerlukan 13 jahitan dan diperbolehkan menjalani rawat jalan, sedangkan korban lainnya mengalami tiga luka bacok di bagian punggung sehingga harus menjalani rawat inap.

Sekitar pukul 01.00 WIB, kejadian serupa kembali terjadi di depan PO Bus Haryanto, Kecamatan Banyudono. Saat itu, dua pemuda berhenti di pinggir jalan untuk buang air kecil.

“Tahu-tahu dari belakang ada empat orang turun membacok dengan senjata tajam. Setelah itu mengeluarkan botol yang diduga berisi bahan bakar, dituangkan ke sepeda motor korban lalu di bakar. Kemudian mereka melarikan diri ke arah timur,” ujar Winarsih.

Petugas yang menerima laporan langsung mengevakuasi kedua korban ke RS Indriati Boyolali untuk mendapatkan perawatan medis. Hingga kini, kepolisian mendalami kondisi para korban.

Baca Juga  BPHTB Dongkrak PAD Batang, Pemkab Optimistis Kejar Target Rp240,6 Miliar pada Semester II

Selain dua kasus pembacokan tersebut, aksi kekerasan juga terjadi di sebuah bengkel QJ Shock di Kecamatan Teras sekitar 02.00 WIB. Saat itu arus lalu lintas dilaporkan macet akibat banyaknya penggembira yang mengikuti konvoi dari arah Semarang maupun Solo.

“Sekitar tujuh orang terduga pelaku langsung memukul karyawan OJ Shock yang ada di bengkel tersebut. Mereka juga memecahkan kaca tiga mobil menggunakan batu, kemudian merusak kaca bangunan bengkel dan kaca rumah warga di sebuah timur bengkel sebelum melarikan diri,” ujar Winarsih.

Polres Boyolali saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas para pelaku.

AKP Winarsih menjelaskan aparat kepolisian sebenarnya telah melakukan penyekatan serta pengaturan arus lalu lintas selama kegiatan berlangsung. Namun, banyaknya penggembira yang mengikuti rombongan membuat situasi di sejumlah titik menjadi padat.

“Kebanyakan memang yang ikut konvoi itu penggembira karena usai pengesahan,” katanya.

Sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan mobil pemadam kebakaran Boyolali terhambat konvoi pesilat hendak menuju lokasi kebakaran sepeda motor juga viral di media sosial.

Kepala Satpol PP dan Damkar Boyolali, Utatik, membenarkan mobil pemadam sempat terjebak kemacetan meski telah mendapat pengawalan polisi.

“Iya benar. Sudah dikawal polisi, akan tetapi tetap tidak bisa masuk karena macet dari Randusari, Teras,” ujarnya.

Ia menegaskan pihak Damkar hanya menangani laporan kebakaran dan tidak mengetahui penyebab kebakaran maupun apakah insiden tersebut berkaitan dengan konflik antar pesilat. (Armila)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *