Disdikbud Boyolali Buka SPMB Gelombang Kedua, Isi Kekurangan 1.561 Murid di 32 SMP Negeri

0
IMG-20260624-WA0067

LINTASTIDARNEWS.ID (BOYOLALI) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali Jawa Tengah membuka pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) gelombang kedua untuk sekolah-sekolah yang kuota siswanya belum terpenuhi pada tahun ajaran 2026/2027.

Langkah ini dilakukan setelah puluhan SMP negeri di Boyolali masih mengalami kekurangan murid baru.

Kepala Disdikbud Boyolali, Dwi Hari Kuncoro, mengatakan masih terdapat kekurangan 1.561 siswa untuk memenuhi seluruh daya tampung SMP negeri yang tersedia.

“Kalau ditotal, masih membutuhkan 1.561 murid untuk memenuhi seluruh daya tampung yang tersedia,” kata Kuncoro, Rabu (24/6/2026).

Data Disdikbud menunjukkan, dari 52 SMP negeri di Kabupaten Boyolali, hanya 20 sekolah yang berhasil memenuhi kuota penerimaan murid baru.

Sementara itu, 32 sekolah lainnya masih memiliki kursi kosong.

Kondisi tersebut mendorong Disdikbud membuka kesempatan tambahan melalui SPMB gelombang kedua, khususnya bagi sekolah yang belum memenuhi daya tampung.

Selain masih banyak kursi yang tersedia, Disdikbud juga menemukan sekitar 90 lulusan sekolah dasar yang hingga kini belum mendaftar ke sekolah mana pun.

“Kami menengarai masih ada sekitar 90 siswa lulusan SD yang belum mendaftar ke sekolah mana pun,” ujarnya.

Meski membuka pendaftaran tambahan, Disdikbud menegaskan bahwa gelombang kedua hanya diperuntukkan bagi calon murid yang belum pernah mendaftar di sekolah mana pun.

Pendaftaran tambahan tersebut juga dibuka melalui jalur prestasi pada sekolah-sekolah yang kuotanya masih belum terpenuhi.

SMPN 3 Sawit Paling Banyak Kekurangan Siswa

Dari seluruh SMP Negeri yang masih kekurangan murid, SMP Negeri 3 Sawit menjadi sekolah dengan jumlah kekurangan siswa terbanyak.

Sekolah yang berada di Desa Bendosari, Kecamatan Sawit itu masih membutuhkan 112 siswa lagi dari total daya tampung 256 murid.

Sementara itu, kekurangan murid paling sedikit terjadi di SMP Negeri 1 Nogosari yang hanya kurang empat siswa untuk memenuhi kuota.

Baca Juga  Kado Pahit HUT Amerika, Ringgit - Rupiah Pimpin Asia Tendang Dolar

Dua SMP negeri lainnya di Kecamatan Sawit juga masih mengalami kekurangan siswa dalam jumlah cukup besar.

SMP Negeri 1 Sawit masih membutuhkan 24 murid, sedangkan SMP Negeri 2 Sawit kekurangan 109 murid.

Menurut Kuncoro, kondisi tersebut dipengaruhi jumlah lulusan sekolah dasar di Kecamatan Sawit yang tidak sebanding dengan kapasitas SMP negeri yang tersedia.

“Ya karena jumlah lulusan di sana (Kecamatan Sawit) sebanyak 217 siswa,” katanya. (rif)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *