Pilpres 2029, Gerindra Buka Peluang Koalisi Dengan PDI Perjuangan

0
IMG-20260918-WA0006

LINTASTIDARNEWS.ID (JAKARTA) Partai Gerindra membuka peluang bekerja sama dengan PDI-P dalam menghadapi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 mendatang. Juru Bicara Gerindra, Sugiat Santoso mengatakan, partainya memang membuka pintu bagi seluruh kekuatan politik untuk bersama-sama memperjuangkan kepentingan rakyat.

“Gerindra membuka pintu selebar-lebarnya kepada kekuatan politik mana pun dalam konteks 2029 untuk katakanlah bersama-sama, berjuang bersama terkait dengan memperjuangkan kepentingan rakyat,” ujar Sugiat saat dihubungi, Kamis (17/9/2026).

“Apakah nanti dalam konteks Pilpres dan lain sebagainya, Gerindra membuka peluang. Bahkan even dengan PDI-P sekali pun, kan,” sambung dia, dikutip dari Kompas.

Meski demikian, Sugiat menegaskan Gerindra hingga kini belum melakukan hitung-hitungan politik untuk menghadapi Pilpres 2029. Menurut dia, seluruh jajaran Gerindra masih fokus mendukung berbagai program dan kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Kalau kita sekarang, kalau dalam konteks hitung-hitungan politik belum ada. Karena kan kita sekali lagi, kita sekarang kan sedang betul-betul fokus untuk katakanlah mendukung segala program dan kebijakan Bapak Prabowo Subianto yang terkait dengan hajat hidup rakyat, ya kan,” ungkap dia.

Sugiat mengatakan, Gerindra bersama partai koalisi lainnya memang tengah melakukan pembicaraan politik.

Namun pembicaraan itu baru sebatas bertukar pikiran mengenai Revisi Undang-Undang (RUU) Pemilu.

“Walaupun ya di internal kami, kalau kemarin kita ikuti perkembangannya, dalam konteks politik, kita sedang bersama dengan partai koalisi lainnya menyiapkan Rancangan Undang-Undang Pemilu, kan,” kata Sugiat.

Dia juga memastikan bahwa pembahasan terkait RUU Pemilu tersebut tidak masuk pada tahap pemetaan kandidat untuk kontestasi Pilpres 2029.

“Tapi itu kan belum belum dalam konteks memetakan secara person to person terkait dengan kontestasinya. Ini sedang menyiapkan rancangan undang-undangnya dulu, kan,” jelas dia.

Sugiat pun menilai pembicaraan mengenai Pilpres 2029 masih terlalu jauh untuk dilakukan.

Baca Juga  Akhir Tahun, Polres Sukoharjo Ungkap Tren Kejahatan Dan Kasus Menonjol di Tahun 2025

“Ya masih terlalu jauh,” kata dia.

Meski demikian, Sugiat mengatakan bahwa Prabowo memiliki pandangan untuk menyatukan berbagai kekuatan politik dalam menghadapi persoalan masyarakat.

“Tapi tetap saja Bapak Prabowo kan secara budaya politiknya kan bisa kita lihat beliau sangat ingin misalnya mempersatukan semua pihak, apalagi terkait dengan urusan masa depan rakyat, kan,” jelas Sugiat.

Keakraban Prabowo-Pramono di LRT

Adapun pernyataan Sugiat mengenai peluang kerja sama dengan PDI-P itu disampaikan setelah memberikan penjelasan soal keakraban Presiden Prabowo Subianto dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam acara peresmian LRT rute Kelapa Gading-Manggarai, Jakarta, pada Rabu (16/9/2026).

Sebelum meresmikan LRT, Prabowo dan Pramono menjajal perjalanan dari Stasiun Kelapa Gading menuju Stasiun Manggarai.

Keduanya berada dalam satu gerbong bersama sejumlah pejabat lain serta penumpang dari unsur pelajar hingga penyandang disabilitas.

Selama perjalanan yang berlangsung sekitar 28 menit, Prabowo dan Pramono terlihat berbincang serta bercanda. Keakraban keduanya juga terlihat dalam pidato Prabowo saat meresmikan rute LRT tersebut.

Prabowo sempat menyoroti nama Pramono Anung Wibowo yang memiliki kemiripan dengan namanya.

“Yang saya hormati Gubernur DKI Jakarta sebagai penyelenggara ya Saudara Pramono Anung Wibowo. Ada Wibowo-nya. Ada Bowo-nya. Orang baik. Ada Pra-nya juga. Pramono, Prabowo,” ujar Prabowo dalam peresmian LRT di Stasiun Manggarai, Jakarta.

Prabowo juga memuji Pramono sebagai kepala daerah yang hebat. Dia mengaku tidak segan mengakui kepala daerah yang hebat, meskipun kepala daerah tersebut bukan berasal dari partainya.

“Intinya selamat, terima kasih gubernur. Saya harus akui, kalau ada gubernur yang hebat ya saya akui dia hebat, wakil gubernur, walaupun walaupun bukan dari partai saya,” kata Prabowo.

Sugiat menegaskan keakraban Prabowo dan Pramono dalam kegiatan tersebut murni bagian dari pekerjaan dan bukan bagian dari agenda politik.

Baca Juga  MK Putuskan Soal Izin Tambang, NU dan Muhammadiyah Buka Suara

“Pertemuan itu tugas kan, sebagai tugas. Sebagai Presiden dan sebagai Gubernur yang dalam satu kegiatan bersama peresmian LRT ya. Dan walaupun secara personal memang keduanya juga sudah sangat dekat lama, kan,” ujar Sugiat.

Dia menegaskan bahwa pertemuan tersebut tidak serta merta dapat ditafsirkan sebagai bagian dari agenda politik.

“Jadi tidak bisa ditafsirkan bahwa ada ada agenda politik di pertemuan tersebut. Itu sebagai sebuah bentuk kerja bersama saja, kan,” pungkasnya. (*)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *